Tiga Kelompok Orang yang Perlu Hati-Hati Mengonsumsi Pisang
- 30 Agt 2026 17:02 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Pisang merupakan salah satu buah yang mudah ditemukan dan cukup sering dikonsumsi masyarakat Indonesia. Rasanya manis dan praktis dimakan, sehingga buah ini kerap menjadi pilihan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi sehari-hari.
Di balik rasanya, pisang mengandung sejumlah nutrisi seperti kalium, serat, magnesium, vitamin C, dan vitamin B6. Kandungan tersebut membuat pisang dikenal memiliki berbagai manfaat bagi tubuh.
Namun, tidak semua orang dengan kondisi kesehatan tertentu dianjurkan mengonsumsi pisang dalam jumlah banyak. Ada beberapa penyakit yang justru perlu membatasi konsumsi pisang, apa saja?
Baca juga:
Lima Buah Tropis Indonesia yang di rekomendasikan Pakar Nutrisi
Migrain
Penderita migrain perlu memperhatikan jumlah konsumsi pisang karena buah ini mengandung tiramin. Dikutip dari WebMD, senyawa tersebut secara alami dapat ditemukan pada sejumlah makanan, termasuk pisang dan pada sebagian orang bisa memicu sakit kepala.
Menurut para ahli, tiramin dapat merangsang sel saraf di otak untuk melepaskan norepinefrin, yaitu zat kimia yang berperan dalam mengatur respons tubuh. Jika kadar tiramin dan zat kimia tersebut meningkat, perubahan pada otak dapat terjadi dan memicu munculnya sakit kepala.
Adapun sebetulnya, tubuh memiliki enzim monoamine oxidase (MAO) yang membantu memecah tiramin. Namun, jika jumlah enzim ini tidak cukup, tiramin dapat menumpuk dan memicu migrain pada orang yang sensitif.
Baca juga:
Sering Dipakai Memasak, Ini Manfaat Daun Salam bagi Kesehatan
Gagal Ginjal
Dilansir dari Healthline, pisang mengandung kalium yang cukup tinggi. Hal ini dapat berdampak pada penderita gagal ginjal.
Sebab bagi penderita penyakit tersebut, kemampuan ginjal membuang kelebihan kalium melalui urine dapat menurun. Akibatnya, kalium bisa menumpuk dalam darah dan jika kadarnya terlalu tinggi dapat mengganggu kerja jantung.
Karena itu, penderita gagal ginjal perlu memperhatikan jumlah pisang yang dikonsumsi sesuai anjuran dokter atau ahli gizi.
Sembelit
Penderita sembelit perlu memperhatikan tingkat kematangan pisang sebelum mengonsumsinya. Pilih pisang yang sudah matang, karena mengandung serat larut yang dapat membantu melancarkan buang air besar.
Sebaliknya, pisang yang masih mentah atau berwarna hijau memiliki kandungan yang sulit dicerna dan dapat membuat feses lebih padat, sehingga sembelit justru bisa semakin sulit diatasi.
"Pisang yang belum matang atau masih berwarna hijau memiliki kadar pati resisten yang tinggi, yang dapat membuat feses lebih sulit dikeluarkan dan menyebabkan sembelit", ujar dokter spesialis gastroenterologi di Cleveland Clinic Amerika Serikat, dikutip dari Everyday Health.
Itulah kelompok orang yang perlu membatasi jumlah konsumsi pisang. Meski pisang kaya nutrisi dan bermanfaat bagi tubuh, konsumsinya tetap perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing.
Bagi orang sehat, satu hingga dua buah pisang per hari umumnya masih tergolong wajar. Namun, bagi penderita penyakit tertentu, jumlah tersebut bisa berbeda sehingga sebaiknya mengikuti anjuran dokter atau ahli gizi.
Baca juga:
Manfaat Daun Kersen Bagi Kesehatan, Bantu Jaga Gula Darah hingga Kolesterol
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....