PKBI Kaltim Maksimalkan Pendekatan Sebaya untuk Perkuat Penjangkauan Tes HIV

  • 15 Agt 2026 09:41 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Kalimantan Timur mengandalkan pendekatan berbasis komunitas untuk meningkatkan penjangkauan dan pemeriksaan HIV secara berkala pada kelompok berisiko tinggi. Strategi tersebut dinilai penting untuk membangun kepercayaan karena petugas lapangan berasal dari komunitas yang menjadi sasaran program.

Direktur Eksekutif Daerah PKBI Kalimantan Timur, Hapniah, mengatakan pendekatan dilakukan melalui tokoh kunci atau orang yang memiliki pengaruh di dalam komunitas. Untuk pekerja seks perempuan, misalnya, PKBI menjalin komunikasi dengan pengelola atau pihak yang dikenal sebagai mami atau mucikari.

Sementara itu, penjangkauan terhadap kelompok laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki dilakukan melalui komunitas mereka sendiri. Hapniah menjelaskan, petugas lapangan atau peer leader dan peer educator yang berasal dari komunitas dinilai lebih mudah membangun komunikasi dan kepercayaan.

“Pendekatannya itu akan lebih mudah kalau orang biasa yang kebanyakan tidak dari komunitas mereka. Ada hambatan, terutama mereka tidak tahu hotspot-nya di mana, kemudian kebiasaannya juga tidak dipahami,” ujar Hapniah dalam FGD di Bapperida Samarinda, pada Kamis 13 Agustus 2026.

Menurut Hapniah, pemahaman terhadap budaya, pola komunikasi, serta kebiasaan komunitas menjadi bagian penting dalam proses penjangkauan. Karena itu, PKBI membina petugas dari komunitas sendiri agar komunikasi dengan sasaran program dapat berlangsung lebih efektif.

Hapniah menyebut keterbatasan pendanaan pada 2027 juga berpotensi memengaruhi jumlah petugas lapangan yang dapat dilibatkan dalam program penanggulangan HIV. Kondisi tersebut mendorong PKBI untuk semakin memaksimalkan peran peer educator yang selama ini lebih banyak berfungsi sebagai penghubung dengan petugas lapangan.

“Kalau pengurangan 40 persen pendanaan ini berimbas kepada pengurangan tenaga kerja dan petugas lapangan, sementara yang harus dijangkau kondisinya banyak. Strateginya nanti dengan memaksimalkan fungsi peer educator dari komunitas mereka sendiri,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....