Kluster Mewah di Lapas: Insiden atau Masalah Sistem?

  • 01 Okt 2026 13:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Ombudsman menemukan dugaan hunian khusus, fasilitas mewah, dan celah keamanan di Lapas Kelas IIA Cibinong.
  • Temuan tersebut mendorong DPR, BAPPISUS, dan Kemenimipas melakukan pemeriksaan serta menindaklanjuti dugaan pelanggaran.
  • Bangunan yang menjadi temuan Ombudsman dibongkar, sementara Kemenimipas memeriksa dugaan penyalahgunaan wewenang dan menyiapkan sanksi bagi pihak yang terbukti melanggar.

OMBUDSMAN RI menemukan dugaan bangunan hunian khusus bagi Warga Binaan Pemasyarakatan. Temuan itu terungkap saat Ombudsman melakukan inspeksi mendadak di Lapas Kelas IIA Cibinong, Jumat 23 September 2026.

Tim Ombudsman tiba sekitar pukul 09.45 WIB dengan membawa surat tugas yang ditandatangani Wakil Ketua Ombudsman RI. Namun, petugas lapas tidak langsung mengizinkan tim masuk ke blok WBP dan meminta mereka menunggu arahan Kepala Lapas.

Saat menunggu sekitar 30 menit di resepsionis, tim Ombudsman melihat area berpagar, sekitar 100 meter dari lokasi. Petugas menyebut area tersebut merupakan lokasi rumah dinas Kepala Lapas Cibinong.

Tim kemudian menelusuri area tersebut dan menemukan lebih dari 10 bangunan yang menyerupai rumah atau homestay. Di dalam salah satu bangunan, Ombudsman menemukan ruang tamu, kamar, televisi, kulkas, sofa, meja makan, serta fasilitas lainnya.

Ombudsman juga menemukan fasilitas fitnes dan simulator golf yang masih dalam pembangunan. Tim kemudian bertemu dengan seorang penghuni yang mengaku sebagai WBP Lapas Cibinong.

Namun, petugas menghalangi tim saat hendak menggali keterangan lebih lanjut. Selain fasilitas tersebut, Ombudsman menemukan akses keluar di bagian belakang bangunan yang tidak terkunci.

Akses tersebut terhubung langsung dengan kawasan hutan bambu dan tempat pembuangan sampah. Kondisi tersebut dinilai menimbulkan kerentanan keamanan di lingkungan Lapas Cibinong.

Atas temuan tersebut, Ombudsman meminta Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan melakukan evaluasi menyeluruh. Utamanya terhadap jajaran Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, termasuk sistem pengawasan di Lapas Cibinong.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....