Perlinsos Digital, Upaya Pemerintah Benahi Data dan Jangkau Warga

  • 10 Sep 2026 19:12 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemerintah mempercepat digitalisasi sistem perlindungan sosial untuk meningkatkan akurasi data dan efisiensi penyaluran bantuan kepada masyarakat yang berhak.
  • Persoalan utama yang ditemukan mencakup penyaluran bantuan kepada penerima yang tidak sesuai dengan kriteria program pemerintah.
  • Pemerintah juga fokus menjangkau kelompok masyarakat berhak yang belum menerima bantuan sosial hingga saat ini melalui pendekatan data yang lebih baik.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI Muhammad Qodari menyampaikan digitalisasi Perlinsos menghasilkan efisiensi waktu dalam proses pelayanan perlindungan sosial. Menurutnya, proses pendaftaran dan verifikasi penerima bantuan mengalami perubahan waktu setelah sistem diuji coba.

Sebelumnya, proses pendaftaran dan verifikasi kelayakan penerima dapat memerlukan waktu hingga 200 hari. Dalam uji coba tersebut, proses pendaftaran dan verifikasi dapat dilakukan dalam waktu sekitar lima menit.

"Proses pendaftaran bantuan sosial dan verifikasi kelayakan penerima yang sebelumnya dapat memerlukan waktu hingga 200 hari. Dalam uji coba ini dapat dilakukan dalam waktu sekitar lima menit saja," kata Qodari dalam konferensi pers update Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC), di Kantor Bakom RI, Jakarta, Rabu 19 Agustus 2026.

Qodari menjelaskan Perlinsos Digital merupakan sistem perlindungan sosial digital yang terintegrasi. Sistem tersebut menggunakan Digital Public Infrastructure untuk menghubungkan berbagai sistem pemerintah yang sebelumnya tersebar.

Melalui Sistem Penghubung Layanan Pemerintah, data dari delapan kementerian dan lembaga dapat dihubungkan. Upaya tersebut menghubungkan berbagai sistem yang tersebar agar dapat bekerja bersama secara terintegrasi.

Dalam tahap uji coba, pemerintah telah menjaring lebih dari 3,3 juta Kartu Keluarga. Pemerintah selanjutnya akan mengembangkan digitalisasi Perlinsos hingga mencakup berbagai wilayah Indonesia.

"Sejauh ini telah menjaring lebih dari 3,3 juta Kartu Keluarga di 43 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Nanti tentunya, menyusul akan ke seluruh wilayah Nusantara," katanya.

Selain efisiensi waktu, Qodari juga menyampaikan potensi efisiensi anggaran melalui penerapan Perlinsos Digital. Menurut Qodari, penerapan pada berbagai program perlindungan sosial berpotensi menghasilkan efisiensi hingga Rp127 sampai Rp200 triliun.

google-preference
Kata Kunci / Tags
10 September 2026 200 hari 215 kabupaten/kota 250 ribu Agen Perlinsos 258 kabupaten dan kota 3 3 juta Kartu Keluarga 3 juta KK 4 42 kabupaten kota 43 kabupaten/kota 48 juta KK 4.855 KK 54 persen 6 persen 77 8.945 KK Afridon Agen Perlinsos Amalia Adininggar Widyasanti #asn Babinsa bank account bansos bantuan sosial Banyuwangi Bhabinkamtibmas BPNT BPS Bungus Teluk Kabung Camat Bungus Teluk Kabung cashless data penerima bantuan data sosial ekonomi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional Desember 2026 Desil Digital Public Infrastructure digitalisasi bansos digitalisasi perlindungan sosial Disabilitas DTSEN Efisiensi Anggaran face recognition Gerakan Nasional Peduli Tetangga Gerakan Nasional Perlinsos Gus Ipul HP Android Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025 Jakarta kecerdasan buatan kelayakan penerima Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI Kepala Badan Pusat Statistik ketepatan sasaran Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah korupsi Kota Padang KPTDP lansia lima menit Literasi digital Luhut Binsar Pandjaitan masyarakat Menteri Komunikasi dan Digital Menteri Sosial Meutya Hafid Muhammad Qodari NIK pekan ketiga Oktober 2026 peluncuran nasional Perlinsos Digital pendaftaran pendampingan perlindungan sosial Perlinsos Digital PKH Polri Presiden Prabowo Subianto Pulau Jawa rekening masyarakat rollout Perlinsos Digital Rp127 triliun Rp200 triliun Saifullah Yusuf Sistem Penghubung Layanan Pemerintah SPLP subsidi langsung telepon pintar the invisible people TNI transaksi nontunai transparansi verifikasi

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....