Perlinsos Digital, Upaya Pemerintah Benahi Data dan Jangkau Warga
- 10 Sep 2026 19:12 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah mempercepat digitalisasi sistem perlindungan sosial untuk meningkatkan akurasi data dan efisiensi penyaluran bantuan kepada masyarakat yang berhak.
- Persoalan utama yang ditemukan mencakup penyaluran bantuan kepada penerima yang tidak sesuai dengan kriteria program pemerintah.
- Pemerintah juga fokus menjangkau kelompok masyarakat berhak yang belum menerima bantuan sosial hingga saat ini melalui pendekatan data yang lebih baik.
Pemerintah menyiapkan mekanisme penyaluran bantuan sosial langsung melalui rekening masyarakat penerima bantuan. Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan Presiden Prabowo Subianto telah memberikan instruksi mengenai kepemilikan rekening tersebut.
"Presiden kemarin juga kebetulan sudah memberikan instruksi. Untuk semua mereka punya bank account," kata Luhut di Jakarta, Kamis 10 September 2026.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari perubahan pola subsidi pemerintah dari produk menuju bantuan langsung. Menurut Luhut, subsidi nantinya diberikan langsung kepada rakyat.
"Karena pada akhirnya nanti kita tidak subsidi produk lagi. Jadi nanti subsidi langsung diberikan pada rakyat," ujarnya, menambahkan.
Luhut menyebut sekitar 50 juta masyarakat termiskin menjadi kelompok yang diproyeksikan menerima bantuan pemerintah. Jumlah tersebut masih dapat berubah sesuai dengan data yang diperoleh pemerintah.
Selain melalui rekening, transaksi bantuan sosial juga diarahkan menggunakan mekanisme nontunai atau cashless. Menurut Luhut, mekanisme tersebut membuat proses penyaluran bantuan menjadi lebih transparan.
"Jadi sekarang dengan ini akan semua transparan terbuka, tapi tadi juga kita sepakat jadi semua cashless transaksi ya. Jadi itu juga untuk mengurangi korupsi," ucapnya.
Pemerintah sebelumnya juga memperluas jaringan Agen Perlinsos untuk membantu masyarakat melakukan pendaftaran. Pemerintah juga mengembangkan sistem digital untuk memperbaiki proses pendaftaran dan verifikasi penerima bantuan.
Seluruh persiapan tersebut diarahkan menuju peluncuran nasional Perlinsos Digital pada pekan ketiga Oktober 2026. Luhut berharap sekitar 80 persen proses persiapan telah selesai pada waktu peluncuran tersebut.
Target pendaftaran juga terus diperluas dengan proyeksi mencapai 48 juta KK pada Desember 2026. Untuk wilayah Pulau Jawa, pemerintah membutuhkan sekitar 250 ribu Agen Perlinsos dalam perluasan tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....