Perlinsos Digital, Upaya Pemerintah Benahi Data dan Jangkau Warga

  • 10 Sep 2026 19:12 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemerintah mempercepat digitalisasi sistem perlindungan sosial untuk meningkatkan akurasi data dan efisiensi penyaluran bantuan kepada masyarakat yang berhak.
  • Persoalan utama yang ditemukan mencakup penyaluran bantuan kepada penerima yang tidak sesuai dengan kriteria program pemerintah.
  • Pemerintah juga fokus menjangkau kelompok masyarakat berhak yang belum menerima bantuan sosial hingga saat ini melalui pendekatan data yang lebih baik.

Pemerintah memperluas jaringan Agen Perlinsos dengan melibatkan masyarakat dan aparatur kewilayahan. Aparatur sipil negara, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas juga dilibatkan dalam jaringan pelayanan tersebut.

Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan arahan tersebut setelah mengumpulkan Gubernur Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Pertemuan tersebut turut dihadiri Pangdam, Kapolda, serta seluruh Dandim dari ketiga wilayah tersebut.

Dalam pertemuan tersebut, Luhut memberikan instruksi untuk memperluas jaringan Agen Perlinsos secara masif. Luhut menyebut aparat dan aparatur merupakan ujung tombak negara yang berinteraksi langsung dengan warga.

“Dalam pertemuan ini saya memberikan instruksi krusial: kita wajib memperluas jaringan Agen Perlinsos secara masif dengan melibatkan ASN, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas. Karena aparat dan aparatur inilah ujung tombak negara yang sehari-hari berinteraksi langsung serta paling memahami kondisi warganya hingga tingkat tapak,” ujar Luhut di Jakarta, Selasa 8 September 2026.

Hingga saat itu, sebanyak 4,3 juta KK telah terdaftar pada 258 kabupaten dan kota lokasi piloting. Pemerintah memproyeksikan jumlah pendaftaran tersebut mencapai 48 juta KK pada Desember 2026.

Untuk wilayah Pulau Jawa, pemerintah membutuhkan sekitar 250 ribu Agen Perlinsos untuk mencapai target tersebut. Pemerintah juga membuka kesempatan masyarakat yang ingin berkontribusi dalam gerakan pelayanan sosial tersebut.

Luhut menegaskan Agen Perlinsos tidak mempunyai kewenangan menentukan seseorang berhak menerima bantuan atau tidak. Agen hanya membantu masyarakat mendaftar maupun mengajukan sanggahan melalui sistem perlindungan sosial.

“Terkait peran Agen Perlinsos, perlu saya pastikan juga bahwa mereka bukanlah pihak yang menentukan seseorang berhak menerima bantuan atau tidak. Tugas mereka murni sebagai 'loket pelayanan bergerak' yang membantu warga untuk mendaftar kapan saja dan di mana saja,” kata Luhut.

Agen Perlinsos membantu warga melakukan pendaftaran kapan saja dan di mana saja sesuai kebutuhan masyarakat. Pelayanan tersebut juga diterapkan melalui pendataan masyarakat di Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Padang.

google-preference
Kata Kunci / Tags
10 September 2026 200 hari 215 kabupaten/kota 250 ribu Agen Perlinsos 258 kabupaten dan kota 3 3 juta Kartu Keluarga 3 juta KK 4 42 kabupaten kota 43 kabupaten/kota 48 juta KK 4.855 KK 54 persen 6 persen 77 8.945 KK Afridon Agen Perlinsos Amalia Adininggar Widyasanti #asn Babinsa bank account bansos bantuan sosial Banyuwangi Bhabinkamtibmas BPNT BPS Bungus Teluk Kabung Camat Bungus Teluk Kabung cashless data penerima bantuan data sosial ekonomi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional Desember 2026 Desil Digital Public Infrastructure digitalisasi bansos digitalisasi perlindungan sosial Disabilitas DTSEN Efisiensi Anggaran face recognition Gerakan Nasional Peduli Tetangga Gerakan Nasional Perlinsos Gus Ipul HP Android Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025 Jakarta kecerdasan buatan kelayakan penerima Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI Kepala Badan Pusat Statistik ketepatan sasaran Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah korupsi Kota Padang KPTDP lansia lima menit Literasi digital Luhut Binsar Pandjaitan masyarakat Menteri Komunikasi dan Digital Menteri Sosial Meutya Hafid Muhammad Qodari NIK pekan ketiga Oktober 2026 peluncuran nasional Perlinsos Digital pendaftaran pendampingan perlindungan sosial Perlinsos Digital PKH Polri Presiden Prabowo Subianto Pulau Jawa rekening masyarakat rollout Perlinsos Digital Rp127 triliun Rp200 triliun Saifullah Yusuf Sistem Penghubung Layanan Pemerintah SPLP subsidi langsung telepon pintar the invisible people TNI transaksi nontunai transparansi verifikasi

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....