Perlinsos Digital, Upaya Pemerintah Benahi Data dan Jangkau Warga

  • 10 Sep 2026 19:12 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemerintah mempercepat digitalisasi sistem perlindungan sosial untuk meningkatkan akurasi data dan efisiensi penyaluran bantuan kepada masyarakat yang berhak.
  • Persoalan utama yang ditemukan mencakup penyaluran bantuan kepada penerima yang tidak sesuai dengan kriteria program pemerintah.
  • Pemerintah juga fokus menjangkau kelompok masyarakat berhak yang belum menerima bantuan sosial hingga saat ini melalui pendekatan data yang lebih baik.

Kepala Badan Pusat Statistik Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan posisi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dalam sistem perlindungan sosial pemerintah. Menurut Amalia, DTSEN mengonsolidasikan berbagai data yang sebelumnya tersebar di sejumlah instansi pemerintah.

BPS mendapat mandat sebagai pengelola data tunggal berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025. Amalia menjelaskan DTSEN merupakan registrasi atau basis data penduduk Indonesia yang memiliki NIK dan KK.

Data tersebut memuat informasi mengenai kondisi sosial dan ekonomi masyarakat Indonesia. DTSEN digunakan sebagai basis data dalam pembaruan informasi sosial ekonomi masyarakat.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan digitalisasi bansos membantu pemerintah memperoleh data lebih cepat dari lapangan. Menurutnya, penggunaan digitalisasi juga diharapkan membuat penyaluran bantuan sosial semakin tepat sasaran.

“Sekarang uji cobanya di 42 kabupaten kota seluruh Indonesia. Kita harapkan dengan adanya digitalisasi bansos ini nanti, penyaluran-penyaluran bansos akan lebih tepat sasaran,” kata Gus Ipul di Jakarta, Selasa 8 September 2026.

Gus Ipul menjelaskan tidak semua masyarakat terbiasa menggunakan telepon pintar untuk mengakses layanan digital. Sebagian warga juga menghadapi kendala literasi digital, dokumen, dan keberanian melakukan pendaftaran sendiri.

Karena itu, pemerintah mengajak masyarakat membantu warga yang membutuhkan tetapi belum terdaftar dalam data perlindungan sosial. Pendamping, relawan, dan tokoh masyarakat juga dapat berpartisipasi menjadi Agen Perlinsos di lingkungan masing-masing.

“Makanya kami bersama dengan tim ingin mengajak masyarakat luas. Untuk bisa menjadi agen-agen daripada digitalisasi bansos ini,” ujarnya.

Gus Ipul mengatakan masyarakat dapat mendaftarkan diri sebagai Agen Perlinsos melalui laman resmi Kementerian Sosial. Setelah proses verifikasi, agen dapat membantu masyarakat sekitar melakukan pendaftaran perlindungan sosial digital.

Penentuan kelayakan penerima tetap dilakukan melalui proses verifikasi berdasarkan kriteria program dan ketersediaan kuota. Proses pendaftaran juga dilakukan tanpa pungutan serta membutuhkan persetujuan masyarakat yang didampingi agen.

Gus Ipul juga menyebut pentingnya kepedulian masyarakat terhadap warga sekitar melalui Gerakan Nasional Peduli Tetangga. Upaya tersebut diarahkan untuk menemukan warga yang belum masuk dalam data perlindungan sosial pemerintah.

“Bahkan disebut oleh Presiden itu mereka the invisible people. Penderitaannya sendiri kadang-kadang belum nampak oleh kita,” ucapnya.

Kebutuhan menjangkau warga tersebut menjadi alasan pemerintah melibatkan masyarakat sebagai Agen Perlinsos. Agen membantu warga melakukan pendaftaran ketika masyarakat belum terbiasa menggunakan layanan digital secara mandiri.

google-preference
Kata Kunci / Tags
10 September 2026 200 hari 215 kabupaten/kota 250 ribu Agen Perlinsos 258 kabupaten dan kota 3 3 juta Kartu Keluarga 3 juta KK 4 42 kabupaten kota 43 kabupaten/kota 48 juta KK 4.855 KK 54 persen 6 persen 77 8.945 KK Afridon Agen Perlinsos Amalia Adininggar Widyasanti #asn Babinsa bank account bansos bantuan sosial Banyuwangi Bhabinkamtibmas BPNT BPS Bungus Teluk Kabung Camat Bungus Teluk Kabung cashless data penerima bantuan data sosial ekonomi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional Desember 2026 Desil Digital Public Infrastructure digitalisasi bansos digitalisasi perlindungan sosial Disabilitas DTSEN Efisiensi Anggaran face recognition Gerakan Nasional Peduli Tetangga Gerakan Nasional Perlinsos Gus Ipul HP Android Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025 Jakarta kecerdasan buatan kelayakan penerima Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI Kepala Badan Pusat Statistik ketepatan sasaran Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah korupsi Kota Padang KPTDP lansia lima menit Literasi digital Luhut Binsar Pandjaitan masyarakat Menteri Komunikasi dan Digital Menteri Sosial Meutya Hafid Muhammad Qodari NIK pekan ketiga Oktober 2026 peluncuran nasional Perlinsos Digital pendaftaran pendampingan perlindungan sosial Perlinsos Digital PKH Polri Presiden Prabowo Subianto Pulau Jawa rekening masyarakat rollout Perlinsos Digital Rp127 triliun Rp200 triliun Saifullah Yusuf Sistem Penghubung Layanan Pemerintah SPLP subsidi langsung telepon pintar the invisible people TNI transaksi nontunai transparansi verifikasi

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....