Perlinsos Digital, Upaya Pemerintah Benahi Data dan Jangkau Warga
- 10 Sep 2026 19:12 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah mempercepat digitalisasi sistem perlindungan sosial untuk meningkatkan akurasi data dan efisiensi penyaluran bantuan kepada masyarakat yang berhak.
- Persoalan utama yang ditemukan mencakup penyaluran bantuan kepada penerima yang tidak sesuai dengan kriteria program pemerintah.
- Pemerintah juga fokus menjangkau kelompok masyarakat berhak yang belum menerima bantuan sosial hingga saat ini melalui pendekatan data yang lebih baik.
PEMERINTAH mempercepat digitalisasi perlindungan sosial untuk memperbaiki data dan penyaluran bantuan sosial. Upaya tersebut dilakukan setelah pemerintah menemukan persoalan ketepatan sasaran dalam pelaksanaan bantuan sosial sebelumnya.
Persoalan penyaluran bantuan mencakup masyarakat yang menerima bantuan tetapi tidak sesuai kriteria program pemerintah. Pemerintah juga berupaya menjangkau masyarakat yang berhak menerima bantuan tetapi belum mendapatkan bantuan sosial.
Digitalisasi Perlinsos dikembangkan untuk mempercepat proses pendaftaran dan verifikasi kelayakan penerima bantuan sosial. Sistem tersebut menghubungkan data dari berbagai kementerian dan lembaga melalui Sistem Penghubung Layanan Pemerintah.
Pemerintah menyediakan pendaftaran secara mandiri bagi masyarakat yang terbiasa menggunakan layanan digital melalui telepon seluler. Namun, sebagian masyarakat masih membutuhkan pendampingan karena keterbatasan literasi digital maupun perangkat.
Kondisi tersebut mendorong pemerintah melibatkan masyarakat dan aparatur kewilayahan sebagai Agen Perlinsos. Agen tersebut membantu masyarakat melakukan pendaftaran tanpa menentukan kelayakan seseorang menerima bantuan sosial.
Pelaksanaan Perlinsos Digital juga menunjukkan tantangan berbeda ketika diterapkan langsung pada masyarakat daerah. Di Bungus Teluk Kabung, keterbatasan telepon pintar dan jarak permukiman menjadi kendala pendaftaran.
Pada sisi pelayanan, pemerintah menyebut digitalisasi mampu mempercepat proses pendaftaran dan verifikasi penerima bantuan sosial. Proses yang sebelumnya dapat membutuhkan hingga 200 hari disebut dapat dilakukan sekitar lima menit.
Selain waktu pelayanan, pemerintah juga memproyeksikan digitalisasi Perlinsos memberikan potensi efisiensi terhadap anggaran negara. Penerapan sistem tersebut disebut berpotensi menghasilkan efisiensi hingga Rp127 sampai Rp200 triliun.
Seluruh persiapan tersebut diarahkan menuju peluncuran nasional Perlinsos Digital pada pekan ketiga Oktober 2026. Pemerintah menargetkan sekitar 80 persen proses persiapan telah selesai ketika peluncuran tersebut berlangsung.
|
Selanjutnya,
Dari Banyuwangi Menuju Peluncuran Nasional
|
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....