Global Sumud Flotilla: Kesaksian WNI dari Penahanan Israel

  • 26 Mei 2026 13:41 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Relawan Indonesia ungkap dugaan penyiksaan selama ditahan militer Israel dalam misi Global Sumud Flotilla menuju Gaza.
  • Pemerintah Indonesia lakukan diplomasi intensif hingga sembilan WNI peserta Global Sumud Flotilla berhasil dipulangkan.
  • Relawan meminta dunia tetap fokus pada penderitaan rakyat Palestina meski mereka telah dibebaskan dari penahanan Israel.

Sembilan Warga Negara Indonesia peserta misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla sebelumnya ditangkap tentara Israel saat membawa bantuan untuk warga sipil Gaza melalui jalur laut internasional. Selama beberapa hari terakhir, proses pembebasan hingga pemulangan mereka menjadi perhatian publik nasional maupun internasional.

Misi Global Sumud Flotilla 2.0 merupakan bagian dari gerakan solidaritas internasional untuk menembus blokade Gaza. Dalam rombongan itu, sembilan WNI terdiri dari aktivis kemanusiaan dan jurnalis yang bergabung bersama relawan berbagai negara.

Misi kemanusiaan tersebut melibatkan hampir 500 aktivis dari 45 negara di dunia. Seminggu sebelum insiden, lebih dari 50 kapal sipil dalam armada Global Sumud Flotilla bertolak dari pelabuhan Marmaris, Turki.

Pihak penyelenggara menegaskan pelayaran itu merupakan bagian akhir perjalanan menuju pesisir Gaza untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan warga Palestina. Di dalam kapal, para aktivis membawa logistik penting seperti makanan, susu formula bayi, dan bantuan medis.

Kementerian Luar Negeri RI kemudian mengecam tindakan militer Israel yang mencegat kapal-kapal dalam rombongan misi kemanusiaan internasional tersebut di sekitar perairan Siprus, Mediterania Timur. Insiden itu memicu kekhawatiran internasional karena melibatkan relawan sipil dari berbagai negara, termasuk Indonesia.

Juru Bicara Kementarian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang (tengah) saat konferensi pers, Kamis 30 April 2026 di Ruang Palapa, Jakarta (Foto: Dokumentasi/RRI/Retno Mandasari)

Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang mengatakan sedikitnya sepuluh kapal dikonfirmasi telah ditangkap. Beberapa kapal dalam rombongan tersebut di antaranya Amanda, Barbaros, Josef, dan Blue Toys.

“Berdasarkan informasi dari Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), di kapal Josef diinformasikan terdapat seorang WNI. Atas nama Andi Angga Prasadewa yang merupakan delegasi dari GPCI-Rumah Zakat,” kata Yvonne dalam keterangannya, Senin 18 Mei 2026 malam.

Selain itu, Kemlu RI juga terus mengupayakan komunikasi dengan kapal yang membawa jurnalis Republika, Bambang Noroyono. Pemerintah Indonesia mendesak Israel segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan internasional yang ditahan.

Sejak awal, Kemlu RI melalui Direktorat Pelindungan WNI berkoordinasi dengan KBRI Ankara, KBRI Kairo, dan KBRI Amman untuk menyiapkan langkah antisipatif bagi para relawan Indonesia.

Kata Kunci / Tags
agresi Israel aktivis internasional Gaza aktivis kemanusiaan Indonesia Al Jazeera Andi Angga Prasadewa Andre Prasetyo Nugroho Anton Sukartono Suratto armada Global Sumud Flotilla arrest warrant IDF Bambang Noroyono Bandara Soekarno-Hatta bantuan kemanusiaan Palestina bantuan makanan Gaza bantuan medis Gaza bendera Palestina blokade Gaza Dewan Keamanan PBB diplomasi Indonesia Palestina diplomasi pembebasan WNI dugaan pelecehan seksual dugaan penyiksaan Israel dukungan Indonesia untuk Palestina dukungan internasional Palestina dukungan keluarga relawan dukungan kemerdekaan Palestina evakuasi WNI Gaza Global Peace Convoy Indonesia Global Sumud Flotilla Global Sumud Flotilla 2.0 GPCI Hendro Prasetyo Herman Budianto hukum humaniter internasional IDF internet kapal hilang Israel Gaza Istanbul jalur Gaza jurnalis Indonesia Gaza kapal bantuan Gaza kapal dicegat Israel kapal Josef kejahatan kemanusiaan kekerasan terhadap relawan Kemlu RI kepulangan relawan Indonesia kesaksian relawan Indonesia konflik Gaza Mahkamah Internasional Maimon Herawati Marmaris Mediterania Timur Menteri Luar Negeri Sugiono militer Israel misi kemanusiaan Gaza misi kemanusiaan internasional mogok makan relawan pelanggaran HAM Israel pelanggaran kemanusiaan pelayaran kemanusiaan penahanan aktivis penahanan oleh Israel penahanan relawan Gaza pencegatan kapal bantuan penculikan relawan penderitaan rakyat Palestina pengadilan internasional penyelidikan kejahatan Israel penyiksaan aktivis penyiksaan tahanan perairan internasional perjuangan Palestina perlindungan WNI Rahendro Herubowo relawan dipenjara Israel relawan Gaza Indonesia relawan Global Sumud Flotilla relawan Indonesia dipukul relawan Indonesia disetrum relawan Indonesia Gaza relawan Indonesia Palestina relawan internasional relawan kemanusiaan Indonesia relawan Palestina Republika Reuters Ronggo Wirasanu Save Our Souls serangan terhadap relawan simpatisan Palestina Siprus solidaritas Palestina solusi dua negara SOS relawan Starlink kapal Sugiono Tempo TV tentara Israel trauma relawan Turkiye warga sipil Palestina WNI ditahan Israel Yvonne Mewengkang

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....