Global Sumud Flotilla: Kesaksian WNI dari Penahanan Israel
- 26 Mei 2026 13:41 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Relawan Indonesia ungkap dugaan penyiksaan selama ditahan militer Israel dalam misi Global Sumud Flotilla menuju Gaza.
- Pemerintah Indonesia lakukan diplomasi intensif hingga sembilan WNI peserta Global Sumud Flotilla berhasil dipulangkan.
- Relawan meminta dunia tetap fokus pada penderitaan rakyat Palestina meski mereka telah dibebaskan dari penahanan Israel.
Pemerintah Indonesia menunjukkan efektivitas strategi diplomasi senyap atau quiet diplomacy dalam menangani krisis penahanan sembilan relawan WNI peserta Global Sumud Flotilla 2.0. Menteri Luar Negeri Sugiono memastikan seluruh relawan Indonesia telah dibebaskan dari penahanan dan bergerak menuju Istanbul, Turki.
“Perkembangan positif ini merupakan buah dari kerja keras diplomasi Pemerintah Indonesia yang dilakukan secara intensif dan cepat. Juga terkoordinasi sejak pertama kali kami menerima laporan terkait pencegatan armada GSF 2.0,” ucap Sugiono.
“Keselamatan WNI adalah prioritas utama. Sehingga seluruh kanal diplomatik kami optimalkan untuk memastikan mereka memperoleh perlindungan dan dapat kembali ke Tanah Air dengan aman,” ujarnya.
Menurut Sugiono, keberhasilan pembebasan sembilan relawan Indonesia tersebut menunjukkan konsistensi pemerintah. Khususnya dalam menjalankan perlindungan terhadap warga negara yang menghadapi situasi darurat di luar negeri.
Selain mengaktifkan jalur diplomasi, Indonesia juga menjalin koordinasi erat dengan sejumlah negara sahabat. Pemerintah Turki disebut memiliki kontribusi penting dalam memfasilitasi jalur transit dan pemulangan para relawan menuju Istanbul.
Pemerintah Indonesia juga menegaskan sikap keras terhadap perlakuan yang diterima para WNI selama masa penahanan. Indonesia menilai tindakan terhadap relawan sipil dalam misi kemanusiaan harus menjadi perhatian serius dunia internasional.

“Pemerintah Indonesia akan terus mengawal seluruh proses pemulangan ini hingga seluruh WNI tiba kembali di Tanah Air. Dalam keadaan selamat, sehat, dan dapat berkumpul kembali bersama keluarga mereka,” ujar Sugiono.
Wakil Ketua Komisi I DPR Fraksi Demokrat Anton Sukartono Suratto mengapresiasi langkah diplomasi pemerintah Indonesia dalam proses pembebasan para relawan. “Alhamdulillah, kita patut bersyukur bahwa sembilan WNI relawan Global Sumud Flotilla yang sebelumnya ditahan oleh otoritas Israel kini telah kembali dengan selamat ke Tanah Air,” kata Anton.
Ia juga mengutuk tindakan tidak manusiawi terhadap para aktivis kemanusiaan. “Upaya solidaritas kemanusiaan semestinya direspons dengan pendekatan yang menjunjung hukum humaniter internasional dan nilai-nilai kemanusiaan universal,” ujarnya.
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri juga telah membawa isu pelanggaran tersebut ke forum Dewan Keamanan PBB. “Kami juga menyampaikan kecaman ini di Dewan Kemanan PBB pada 21 Mei lalu, bahwa ini adalah tindakan yang tidak bisa diterima dan tidak boleh dibiarkan,” kata Sugiono.
Ia turut mengapresiasi keberanian seluruh relawan Indonesia yang ikut berlayar bersama misi Global Sumud Flotilla. “Seperti kita ketahui bahwa perjuangan rakyat Palestina dan juga solusi dua negara yang kita harapkan adalah bagian dari perjuangan dan politik luar negeri Indonesia,” ucap Sugiono.
|
Selanjutnya,
GPCI Siapkan Laporan ke Mahkamah Internasional
|
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....