Global Sumud Flotilla: Kesaksian WNI dari Penahanan Israel
- 26 Mei 2026 13:41 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Relawan Indonesia ungkap dugaan penyiksaan selama ditahan militer Israel dalam misi Global Sumud Flotilla menuju Gaza.
- Pemerintah Indonesia lakukan diplomasi intensif hingga sembilan WNI peserta Global Sumud Flotilla berhasil dipulangkan.
- Relawan meminta dunia tetap fokus pada penderitaan rakyat Palestina meski mereka telah dibebaskan dari penahanan Israel.
Aktivis yang dibebaskan dari tahanan Israel juga melaporkan dugaan pelecehan seksual termasuk pemerkosaan. Mereka mengaku dilucuti pakaiannya dan mendapat kekerasan selama masa penahanan.
Dilansir Al Jazeera, Jumat 22 Mei 2026, penyelenggara Global Sumud Flotilla mengatakan beberapa aktivis harus dirawat di rumah sakit setelah dibebaskan. Sebanyak 15 orang dilaporkan mengalami serangan seksual, termasuk pemerkosaan.
Pasukan Israel diketahui menculik sedikitnya 430 orang dari 50 kapal di perairan internasional. Tindakan tersebut dilakukan beberapa hari sebelumnya saat rombongan aktivis bergerak menuju Gaza.

“Setidaknya 15 kasus serangan seksual, termasuk pemerkosaan. Ditembak dengan peluru karet dari jarak dekat. Puluhan tulang orang patah,” tulis penyelenggara di Telegram.
“Sementara mata dunia tertuju pada penderitaan para peserta kami, kami tidak dapat cukup menekankan bahwa ini hanyalah sekilas dari kebrutalan yang dilakukan Israel setiap hari terhadap sandera Palestina,” ujarnya.
Seorang ekonom Italia, Luca Poggi, yang ditahan di atas kapal armada tersebut. “Kami dilucuti pakaian, dilempar ke tanah, ditendang," ucapnya.
"Banyak dari kami disetrum dengan alat kejut listrik, beberapa mengalami pelecehan seksual, dan beberapa ditolak aksesnya ke pengacara," ujarnya. Saat ini jaksa Italia disebut sedang menyelidiki kemungkinan kejahatan, termasuk penculikan, penyiksaan, dan pelecehan seksual.
|
Selanjutnya,
Indonesia Bergerak: Diplomasi dan Evakuasi WNI
|
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....