Global Sumud Flotilla: Kesaksian WNI dari Penahanan Israel
- 26 Mei 2026 13:41 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Relawan Indonesia ungkap dugaan penyiksaan selama ditahan militer Israel dalam misi Global Sumud Flotilla menuju Gaza.
- Pemerintah Indonesia lakukan diplomasi intensif hingga sembilan WNI peserta Global Sumud Flotilla berhasil dipulangkan.
- Relawan meminta dunia tetap fokus pada penderitaan rakyat Palestina meski mereka telah dibebaskan dari penahanan Israel.
Relawan kemanusiaan asal Indonesia, Hendro Prasetyo mengungkapkan para aktivis Global Sumud Flotilla sempat melakukan mogok makan selama ditahan militer Israel. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk penolakan terhadap perlakuan selama penahanan berlangsung.
Menurut Hendro, pihak Israel sempat memberikan makanan dan minuman kepada para relawan. Namun, para aktivis memilih tidak mengonsumsi makanan tersebut karena merasa khawatir terhadap keamanan pemberian tersebut.
“Prinsip kami, segala yang mereka berikan itu semuanya adalah penderitaan. Kami tidak tahu apakah mengandung racun atau tidak,” ujar Hendro.

Kondisi tersebut membuat sebagian besar aktivis mengalami kelaparan hingga dehidrasi cukup berat selama berada di bawah pengawasan militer Israel. “Mereka menahan diri untuk tidak memakan roti dan mineral yang diberikan Israel selama tiga hingga lima hari,” katanya.
Hendro mengaku akhirnya tidak mampu menahan dehidrasi yang dialami. “Dehidrasinya tidak bisa saya tahan lagi, jadi akhirnya sempat meminum,” ucapnya.
Ia juga menggambarkan minimnya akses air bersih selama masa penahanan.“Jadi kami minum semacam air keran. Kami dikasih air teko untuk dibagi ke 30 orang, per orang hanya minum tiga kali teguk,” ujar Hendro.
|
Selanjutnya,
Dugaan Pelecehan terhadap Relawan
|
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....