PKG Buleleng Capai 179.171 Jiwa, Dinkes Kejar Target 46 Persen

  • 09 Sep 2026 11:23 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Sebanyak 179.171 jiwa di Kabupaten Buleleng telah mengikuti Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) hingga 31 Agustus 2026. Capaian tersebut menjadi yang tertinggi di Bali secara jumlah peserta, namun secara persentase baru mencapai 24,6 persen atau berada di peringkat keenam se-Bali.

Capaian itu dihitung dari total penduduk Buleleng sebanyak 819.279 jiwa. Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng terus mendorong percepatan pemeriksaan untuk mengejar target nasional sebesar 46 persen pada akhir 2026.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, dr. Sucipto, mengatakan besarnya jumlah penduduk menjadi tantangan tersendiri dalam meningkatkan persentase cakupan PKG. Menurutnya, capaian absolut yang tinggi perlu diimbangi dengan perluasan jangkauan pelayanan agar semakin banyak masyarakat mendapatkan pemeriksaan.

“Secara angka absolut kita tertinggi di Bali, tetapi karena jumlah penduduk Buleleng paling besar, maka secara persentase kita masih berada di peringkat keenam. Ini yang harus kita kejar bersama,” kata Sucipto saat membuka Pertemuan Monitoring dan Evaluasi Program PKG serta Forum Konsultasi Publik Tahun 2026 di Lovina Haven, Selasa, 8 September 2026.

Sucipto menjelaskan, percepatan PKG tidak dapat hanya mengandalkan Dinas Kesehatan, puskesmas, maupun fasilitas pelayanan kesehatan. Diperlukan sinergi dengan perangkat daerah, kecamatan, desa, komunitas, lembaga pendidikan, hingga kelompok masyarakat untuk memperluas sasaran pemeriksaan.

Salah satu kendala yang masih dihadapi adalah proses input data serta upaya mendatangkan masyarakat untuk memanfaatkan layanan PKG. Karena itu, Dinas Kesehatan mendorong inovasi jemput bola dengan memperluas titik layanan dan menyasar kelompok masyarakat yang belum optimal terjangkau. Gebyar PKG di tingkat kecamatan maupun desa juga dapat dikembangkan sebagai gerakan bersama untuk meningkatkan partisipasi masyarakat.

Sementara itu, Kepala Bidang Layanan Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Dewa Made Puspa, mengatakan capaian Buleleng secara absolut memang paling tinggi dibandingkan kabupaten/kota lainnya di Bali. Namun, secara persentase Buleleng masih berada di posisi keenam karena jumlah penduduknya jauh lebih besar.

“Angka absolut Buleleng paling tinggi, tetapi pembaginya juga paling besar karena penduduknya paling banyak di Bali,” ujarnya.

Menurut Dewa Made Puspa, pendekatan jemput bola perlu dilakukan secara lebih terintegrasi. Sasaran pemeriksaan tidak hanya masyarakat yang datang ke puskesmas, tetapi juga komunitas, kelompok petani, nelayan, perguruan tinggi, serta berbagai kelompok masyarakat lainnya.

Selain mengejar jumlah pemeriksaan, Dinas Kesehatan menekankan pentingnya tindak lanjut setelah pemeriksaan. Hasil PKG perlu disampaikan kepada peserta melalui komunikasi yang jelas, termasuk edukasi mengenai kondisi kesehatan, jadwal kontrol ulang bagi masyarakat yang membutuhkan pemeriksaan lanjutan, serta dorongan untuk menerapkan perilaku hidup sehat.

Hasil pemeriksaan juga diharapkan dapat diinformasikan secara digital dan terhubung dengan aplikasi SATUSEHAT. Dengan demikian, masyarakat dapat mengetahui dan memanfaatkan data kesehatannya secara berkelanjutan.

Sucipto menegaskan, PKG bukan sekadar mengejar angka cakupan, tetapi menjadi pintu masuk untuk membangun masyarakat yang lebih sadar dan mandiri dalam menjaga kesehatan. Melalui penguatan koordinasi, monitoring, inovasi jemput bola, serta keterlibatan seluruh pemangku kepentingan hingga tingkat desa, Buleleng optimistis mampu mempercepat capaian menuju target nasional 46 persen pada akhir 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....