ASDP Tambah Armada untuk Urai Antrean Kendaraan Ketapang-Gilimanuk
- 06 Sep 2026 22:23 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Negara – Upaya mengurai kepadatan kendaraan di lintasan Ketapang–Gilimanuk terus dilakukan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero). Dua kapal, yakni KMP Jatra I dan KMP Portlink 0, dikerahkan untuk memperkuat kapasitas layanan penyeberangan sekaligus menjaga konektivitas Jawa–Bali.
Berdasarkan pemantauan pada Minggu, 6 September 2026 sekitar pukul 08.00 WIB, antrean kendaraan di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, mencapai sekitar tiga kilometer. Ekor antrean tercatat hingga kawasan Terminal Sri Tanjung.
Sementara dari arah Gilimanuk, antrean kendaraan mencapai sekitar 1,6 kilometer dengan ekor antrean berada di sekitar Masjid Gilimanuk.
Direktur Utama ASDP Heru Widodo mengatakan, kondisi tersebut menjadi perhatian perusahaan karena berdampak terhadap waktu perjalanan masyarakat maupun aktivitas distribusi logistik.
Menurutnya, penanganan dilakukan secara dinamis dengan mempertimbangkan kondisi lalu lintas, kesiapan armada, serta aspek keselamatan pelayaran.
“Kami memahami bahwa kondisi kepadatan ini berdampak pada perjalanan masyarakat maupun pelaku logistik. Karena itu, kami terus melakukan berbagai langkah operasional untuk menambah dan mengoptimalkan kapasitas layanan,” ujar Heru.
Ia menambahkan, penggerakan armada menjadi salah satu strategi untuk mempercepat pergerakan kendaraan dari kedua sisi pelabuhan. Meski demikian, aspek keselamatan dan kualitas pelayanan tetap menjadi prioritas dalam setiap langkah operasional.
KMP Jatra I dan KMP Portlink 0 sebelumnya telah diberangkatkan menuju Tanjung Wangi pada Sabtu, 5 September 2026. Kedua kapal tersebut dijadwalkan tiba pada Selasa, 8 September 2026.
Setelah tiba, KMP Jatra I akan ditempatkan untuk memperkuat pelayanan pada lintasan Ketapang–Gilimanuk. Sedangkan KMP Portlink 0 akan dioperasikan pada lintasan Tanjung Wangi–Lembar dengan Pelabuhan Gili Mas.
Penempatan kedua kapal tersebut merupakan bagian dari optimalisasi jaringan lintasan. Langkah ini diharapkan dapat menambah kapasitas pelayanan sekaligus mengurangi tekanan kendaraan pada lintasan Ketapang–Gilimanuk.
Tingginya mobilitas pengguna jasa terlihat dari data penyeberangan selama periode 31 Agustus hingga 5 September 2026. Dari Pelabuhan Ketapang tercatat 7.197 penumpang dan 36.218 kendaraan telah diseberangkan.
Pada periode yang sama, dari Pelabuhan Gilimanuk tercatat 4.213 penumpang dan 33.810 kendaraan berhasil diseberangkan menuju Jawa.
General Manager ASDP Cabang Ketapang Media Syahrianto mengatakan, ASDP bersama regulator, termasuk KSOP dan BPTD, terus melakukan optimalisasi jumlah kapal yang beroperasi.
Pola operasi bahkan dapat dilakukan hingga delapan perjalanan atau trip per hari, menyesuaikan kondisi dan kebutuhan pelayanan di lapangan.
“Kami mengapresiasi kesabaran dan pengertian seluruh pengguna jasa yang terdampak kondisi ini. Kami akan terus bekerja di lapangan dan melakukan evaluasi secara berkala agar setiap kapasitas yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal,” jelas Media.
Selain menambah dan mengoptimalkan armada, ASDP juga berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mengatur arus kendaraan, baik yang menuju maupun meninggalkan kawasan pelabuhan.
Koordinasi tersebut dilakukan agar pergerakan kendaraan tetap berlangsung tertib dan aman selama proses penguraian kepadatan.
ASDP mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan melalui lintasan Ketapang–Gilimanuk untuk mempersiapkan perjalanan dengan baik. Pengguna jasa diminta memastikan telah memiliki tiket sebelum tiba di pelabuhan dan mengikuti arahan petugas selama berada di kawasan pelabuhan.
Pengguna jasa juga diharapkan menjaga ketertiban di area pelabuhan maupun jalur akses menuju pelabuhan, sehingga proses pelayanan dapat berjalan lebih lancar.
Melalui penambahan armada, pengaturan pola operasi, serta koordinasi lintas instansi, ASDP berkomitmen mempercepat penguraian antrean sekaligus menjaga kelancaran layanan penyeberangan Jawa–Bali.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....