ASDP Berlakukan Sterilisasi Enam Pelabuhan Mulai 5 Agustus 2026

  • 04 Agt 2026 14:30 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Negara – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) akan mulai menerapkan sterilisasi secara penuh di enam pelabuhan utama pada Rabu, 5 Agustus 2026. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari transformasi layanan penyeberangan nasional untuk memperkuat aspek keselamatan, keamanan, dan ketertiban di kawasan pelabuhan.

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Heru Widodo, mengatakan penerapan sterilisasi merupakan tahap lanjutan setelah proses sosialisasi dan soft launching yang telah dilakukan sebelumnya. Enam pelabuhan yang menjadi lokasi implementasi meliputi Pelabuhan Merak, Bakauheni, Ketapang, Gilimanuk, Kayangan, dan Lembar.

Menurut Heru, kebijakan tersebut tidak hanya berfokus pada penataan kawasan pelabuhan, tetapi juga membangun budaya kerja yang mengedepankan disiplin dan keselamatan bagi seluruh pihak yang beraktivitas di area operasional.

"Mulai 5 Agustus kita memasuki tahap implementasi penuh sterilisasi di enam pelabuhan utama. Ini merupakan langkah untuk memperkuat keselamatan, keamanan, dan kualitas pelayanan sehingga masyarakat memperoleh pengalaman perjalanan yang lebih baik," ujarnya Selasa, 4 Agustus 2026.

Menjelang pelaksanaan, ASDP bersama para pemangku kepentingan telah menyelesaikan sejumlah persiapan, di antaranya sosialisasi kepada pengguna jasa dan pelaku usaha, pemasangan rambu informasi, pendataan berbasis Face Recognition, optimalisasi One Gate System (OGS), pembagian alat pelindung diri berupa rompi dan helm keselamatan, penataan arus kendaraan, hingga penguatan patroli gabungan serta sistem pengawasan.

Penerapan sterilisasi dilakukan menyesuaikan karakteristik masing-masing pelabuhan. Di Pelabuhan Merak, penataan difokuskan pada penertiban aktivitas di kawasan pelabuhan, pendataan ulang seluruh pihak yang beraktivitas, penataan pedagang asongan dengan identitas resmi, serta peningkatan fasilitas pendukung seperti pagar, kamera pengawas (CCTV), penerangan, dan pos pengawasan.

Sementara di Pelabuhan Bakauheni dilakukan pengaturan arus kendaraan dan pembangunan kantong parkir khusus sepeda motor. Untuk lintasan Ketapang–Gilimanuk, perhatian diarahkan pada peningkatan sosialisasi kepada perusahaan pelayaran, penguatan kepatuhan penggunaan alat pelindung diri (APD), serta patroli gabungan secara berkala.

Adapun di Pelabuhan Kayangan diterapkan pembatasan kendaraan operasional roda dua milik perusahaan pelayaran agar aktivitas lebih tertib. Sedangkan di Pelabuhan Lembar, pengendalian akses diperkuat melalui penggunaan rompi identitas dan sistem Face Recognition.

Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Windy Andale, mengatakan keberhasilan implementasi sterilisasi tidak terlepas dari kolaborasi antara regulator, aparat keamanan, pemerintah daerah, pelaku usaha, hingga masyarakat.

"Komitmen bersama yang terbangun selama masa persiapan menjadi modal penting untuk menghadirkan pelabuhan yang lebih aman, tertib, dan nyaman. Sterilisasi merupakan bagian dari upaya meningkatkan profesionalisme layanan penyeberangan nasional," kata Windy.

ASDP berharap penerapan sterilisasi di enam pelabuhan utama tersebut menjadi langkah penting dalam modernisasi transportasi penyeberangan nasional, sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan yang semakin aman, andal, dan berstandar internasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....