ASDP Tingkatkan Kapasitas Dermaga Gilimanuk Jadi 50 Ton

  • 02 Sep 2026 06:53 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Negara – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) meningkatkan kapasitas Dermaga 2 Pelabuhan Gilimanuk, Bali, sebagai bagian dari penguatan infrastruktur penyeberangan pada jalur strategis Jawa–Bali.

Peningkatan kapasitas tersebut diarahkan untuk memperkuat keandalan layanan sekaligus memberikan ruang operasional yang lebih fleksibel dalam menghadapi pertumbuhan mobilitas masyarakat dan distribusi logistik.

Direktur Utama ASDP Heru Widodo mengatakan, kapasitas Dermaga 2 Gilimanuk ditingkatkan dari sebelumnya 30 ton menjadi 50 ton. Pengembangan ini menjadi bagian dari investasi jangka panjang perusahaan untuk mendukung kelancaran arus kendaraan dan barang.

“Peningkatan kapasitas Dermaga 2 Gilimanuk dari 30 ton menjadi 50 ton merupakan bagian dari investasi jangka panjang ASDP dalam memperkuat keandalan layanan Jawa–Bali,” ujar Heru.

Menurutnya, kapasitas dermaga yang lebih besar diharapkan mampu memberikan fleksibilitas dalam pengaturan operasional, mempercepat pelayanan kendaraan, serta menunjang mobilitas masyarakat dan distribusi logistik antarpulau.

Pengembangan Dermaga 2 Gilimanuk juga dilakukan secara terintegrasi dengan peningkatan fasilitas di sisi Jawa, yakni Dermaga Ponton Ketapang, Banyuwangi. Dermaga tersebut tengah dikembangkan menjadi Moveable Bridge (MB) permanen dengan kapasitas 50 ton.

Kesetaraan kapasitas pada kedua sisi lintasan Ketapang–Gilimanuk dinilai dapat memperluas pilihan operasional, termasuk dalam pengaturan arus kendaraan berkapasitas besar.

ASDP juga menyebut peningkatan infrastruktur tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan operasional lintasan Ketapang–Gilimanuk. Dengan bertambahnya titik layanan yang dapat menangani kendaraan berkapasitas besar, pengaturan kapal maupun kendaraan dapat dilakukan secara lebih fleksibel sesuai kondisi trafik.

Saat ini, pelayanan kendaraan logistik berkapasitas besar di lintasan tersebut antara lain didukung Dermaga MB 4 dan LCM. Penambahan kapasitas Dermaga 2 Gilimanuk nantinya diharapkan dapat menjadi alternatif pelayanan, terutama ketika terjadi peningkatan volume kendaraan maupun pada periode padat perjalanan.

Pekerjaan peningkatan kapasitas Dermaga 2 Gilimanuk sendiri telah dimulai sejak 21 Agustus 2026. Selama proses pengerjaan berlangsung, pola operasi penyeberangan disesuaikan melalui koordinasi antara ASDP, regulator, kepolisian, dan pemangku kepentingan lainnya.

General Manager ASDP Cabang Ketapang Media Syahrianto mengatakan, pengaturan layanan dilakukan secara dinamis dengan mempertimbangkan kondisi trafik, kesiapan kapal dan dermaga, serta faktor cuaca dan kondisi perairan.

“Saat ini sebanyak 26 kapal mendukung pelayanan pada lintasan Ketapang–Gilimanuk. Kami terus berkoordinasi dengan regulator, kepolisian, dan stakeholder terkait untuk mengoptimalkan pola operasi sesuai perkembangan kondisi di lapangan,” jelas Media.

Selain pengaturan kapal, ASDP melakukan pengelolaan arus kendaraan di kawasan pelabuhan dan akses menuju pelabuhan. Area Bulusan juga disiapkan sebagai buffer zone apabila kondisi di lapangan membutuhkan pengaturan tambahan.

Dalam beberapa hari terakhir, pergerakan kendaraan di lintasan Ketapang–Gilimanuk masih bersifat dinamis. Perubahan volume kendaraan serta kondisi arus laut turut memengaruhi proses sandar kapal dan kegiatan bongkar muat.

ASDP memastikan setiap penyesuaian operasional tetap mengutamakan aspek keselamatan. Pemantauan trafik, optimalisasi pola operasi kapal, hingga penggunaan area penyangga dilakukan bersama regulator dan kepolisian untuk menjaga kelancaran layanan.

“Pengembangan infrastruktur ini kami lakukan untuk membangun kapasitas pelayanan yang lebih kuat ke depan. Selama proses berlangsung, fokus kami adalah menjaga pelayanan tetap berjalan dengan mengoptimalkan seluruh kapasitas yang tersedia,” katanya.

Masyarakat yang akan menggunakan jasa penyeberangan Jawa–Bali diimbau memperhatikan informasi terbaru terkait kondisi layanan sebelum melakukan perjalanan.

Informasi mengenai layanan dan operasional penyeberangan dapat diperoleh melalui Contact Center ASDP 191.

ASDP menargetkan pengembangan infrastruktur tersebut dapat memperkuat kapasitas lintasan Jawa–Bali sekaligus meningkatkan fleksibilitas dan efisiensi pelayanan. Penguatan fasilitas di Gilimanuk dan Ketapang diharapkan mendukung pergerakan masyarakat serta distribusi logistik secara lebih aman dan andal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....