Water Cannon Polisi Salurkan Air Bersih untuk Warga Manistutu

  • 11 Agt 2026 20:58 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Negara – Kendaraan water cannon yang biasanya digunakan untuk pengamanan aksi massa, kali ini memiliki fungsi berbeda di Kabupaten Jembrana, Bali. Kendaraan taktis milik kepolisian tersebut dimanfaatkan untuk menyalurkan air bersih kepada warga yang mengalami krisis air akibat kekeringan.

Penyaluran air dilakukan personel Polsek Melaya bersama Brimob Den C Pelopor Gilimanuk kepada warga Desa Manistutu, Kecamatan Melaya, Senin, 10 Agustus 2026, sore.

Sebanyak 3.000 liter air bersih disalurkan menggunakan kendaraan water cannon berkapasitas 5.000 liter. Air dibagikan dari rumah ke rumah untuk memenuhi kebutuhan warga yang kesulitan mendapatkan pasokan air bersih.

Lebih dari 30 kepala keluarga di salah satu banjar di Desa Manistutu terdampak krisis air. Kondisi tersebut telah berlangsung sekitar dua pekan sehingga warga harus mencari sumber air alternatif untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Bahkan, petugas harus melakukan pengisian dan penyaluran air secara berulang. Dalam kegiatan tersebut, kendaraan water cannon disebut sempat bolak-balik hingga enam kali agar bantuan air dapat menjangkau lebih banyak warga.

Salah seorang warga Banjar Tunas Mekar, Desa Manistutu, Ni Wayan Lepu, mengatakan krisis air membuat dirinya harus mencari air dari sejumlah tempat, termasuk meminta kepada tetangga yang memiliki sumur.

"Ini krisis air sudah ada dua minggu. Selama ini saya keliling mencari air bersih, minta ke tetangga yang punya sumur. Bantuan air ini awalnya saya tidak tahu, kemudian diberi tahu tetangga," ujarnya.

Air bantuan tersebut terutama digunakan untuk memenuhi kebutuhan minum dan memasak. Sementara untuk kebutuhan mandi dan mencuci, warga terpaksa memanfaatkan air sungai yang lokasinya cukup jauh dari permukiman.

Untuk kebutuhan minum keluarga, sebagian warga bahkan harus membeli air galon. Kondisi tersebut membuat pengeluaran rumah tangga meningkat karena air bersih menjadi kebutuhan yang harus dipenuhi setiap hari.

Anggota Brimob Den C Pelopor Gilimanuk, Aipda Fadilah Andi Laga, mengatakan petugas menerima cukup banyak permintaan penyaluran air bersih dari masyarakat. Namun, distribusi pada Senin sore harus disesuaikan dengan kondisi waktu dan situasi di lapangan.

Petugas akhirnya menyalurkan sekitar 3.000 liter air bersih. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan kebutuhan warga yang terdampak kekeringan.

"Kami cukup kewalahan karena banyak warga yang meminta bantuan air bersih. Karena waktu sudah sore dan kondisi mulai gelap, hari ini kami hanya bisa menyalurkan sekitar 3.000 liter," katanya.

Ia memastikan personel Brimob Den C Pelopor Gilimanuk bersama jajaran Polsek Melaya siap membantu apabila kembali menerima permintaan dari masyarakat maupun aparat desa.

Penyaluran air bersih ini menjadi salah satu bentuk kepedulian kepolisian terhadap masyarakat yang terdampak kekeringan. Pemanfaatan kendaraan water cannon diharapkan dapat membantu mempercepat distribusi air ke wilayah yang mengalami kesulitan pasokan.

Warga pun berharap bantuan serupa dapat kembali dilakukan selama krisis air bersih masih berlangsung, terutama untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di tengah musim kemarau.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....