BPBD Jembrana Salurkan 97 Ribu Liter Air Bersih

  • 07 Agt 2026 22:08 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Negara – Krisis air bersih akibat musim kemarau masih dirasakan sejumlah wilayah di Kabupaten Jembrana, Bali. Hingga awal Agustus 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana telah menyalurkan 97 ribu liter air bersih kepada ratusan kepala keluarga.

Kepala Pelaksana BPBD Jembrana, I Putu Agus Arthana Putra, mengatakan distribusi air bersih dilakukan secara bertahap sejak 25 Mei hingga 4 Agustus 2026.

"Selama periode tersebut kami sudah melaksanakan 21 kali pendistribusian dengan jumlah penerima sebanyak 360 KK dan total air bersih yang disalurkan mencapai 97.000 liter," ujar Agus, Kamis, 6 Agustus 2026.

Menurutnya, penyaluran dilakukan berdasarkan permohonan dan kebutuhan masyarakat di wilayah yang mengalami keterbatasan sumber air. Selain menyasar permukiman warga, distribusi juga dilakukan ke sejumlah sekolah dan fasilitas umum yang terdampak kekeringan.

Untuk mempermudah masyarakat memperoleh pasokan, BPBD Jembrana menempatkan sejumlah tandon air di lokasi yang membutuhkan. Dalam pelaksanaannya, BPBD juga mendapat dukungan dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jembrana.

Salah satu distribusi terbaru dilakukan pada Selasa, 4 Agustus 2026, di Banjar Pangkung Manggis, Kelurahan Baler Bale Agung, Kecamatan Negara. BPBD memasang dua tandon sekaligus mengisi 5.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga.

Agus menjelaskan, permohonan bantuan dari Kepala Lingkungan Pangkung Manggis diterima BPBD sehari sebelumnya. Setelah dilakukan penanganan, pemasangan tandon dan pengiriman air langsung direalisasikan pada hari berikutnya.

"Surat permohonan kami terima pada Senin, 3 Agustus 2026. Kemudian Selasa, 4 Agustus, langsung kami tindaklanjuti dengan pemasangan dua unit tandon dan pengisian air bersih sebanyak 5.000 liter," jelasnya.

Meski pendistribusian terus dilakukan, BPBD Jembrana masih menghadapi keterbatasan sumber air. Pengambilan air dari PDAM dibatasi karena debit air ikut menurun selama musim kemarau.

"Kendala yang kami hadapi saat ini adalah terbatasnya pasokan air bersih. Pengambilan dari PDAM dibatasi hanya satu kali sehari karena debit air juga sedang menurun," ungkap Agus.

Kondisi tersebut membuat BPBD harus mengatur distribusi berdasarkan skala kebutuhan agar bantuan dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar terdampak kekeringan.

Selain penanganan darurat, BPBD Jembrana juga menyiapkan langkah jangka panjang. Salah satunya dengan mengusulkan pembangunan sumur bor kepada pemerintah pusat di wilayah yang berulang kali mengalami krisis air bersih saat musim kemarau.

"Kami sudah berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk mengusulkan bantuan pembangunan sumur bor. Harapannya, fasilitas tersebut dapat menjadi solusi bagi masyarakat yang setiap musim kemarau mengalami kesulitan mendapatkan air bersih," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....