Dua Titik di Pendem Dilanda Krisis Air, BPBD Jembrana Salurkan Ribuan Liter

  • 29 Jul 2026 11:40 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Negara – Musim kemarau mulai memicu krisis air bersih di Kabupaten Jembrana. Hingga Selasa 28 Juli 2026, sedikitnya empat titik di tiga kecamatan di Jembrana mengalami kesulitan air bersih. Di Kelurahan Pendem, Kecamatan Jembrana, yakni Lingkungan Pancardawa dan Lingkungan Dewasana, mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Selain itu, satu sekolah di Kecamatan Melaya juga sempat meminta bantuan pasokan air akibat menurunnya debit sumber air serta di Banjar Petapan, Desa Pergung, Kecamatan Mendoyo.

Kepala Pelaksana BPBD Jembrana, I Putu Agus Artana Putra, mengatakan laporan kekeringan mulai diterima sejak pekan lalu. Minimnya curah hujan menyebabkan sejumlah sumber air warga menyusut sehingga tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Mulai minggu lalu kami menerima laporan dari masyarakat, termasuk dari sekolah. Debit air sudah sangat kecil karena kemarau cukup panjang dan tidak turun hujan. Kami langsung melakukan penanganan darurat dengan mengirim tandon dan mendistribusikan air bersih," ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa 28 Juli 2026.

Distribusi air bersih pertama dilakukan pada Jumat 24 Juli 2026 ke Lingkungan Pancardawa. Beberapa hari kemudian, bantuan juga disalurkan ke Lingkungan Dewasana setelah wilayah tersebut mengajukan permohonan bantuan. Sebelumnya, BPBD juga mengirimkan satu tangki air bersih ke SMPN 3 Melaya di Desa Manistutu untuk memenuhi kebutuhan air di lingkungan sekolah.

Selain BPBD, Palang Merah Indonesia (PMI) Jembrana turut membantu penanganan dengan menyalurkan 5.000 liter air bersih ke Lingkungan Pancardawa sejak Senin 27 Juli 2026.

Hingga saat ini, BPBD telah mengerahkan tujuh tangki air bersih berkapasitas masing-masing 5.000 liter atau total mencapai 35.000 liter. Distribusi dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan di lapangan.

"Total sudah tujuh tangki atau sekitar 35.000 liter. PMI juga ikut membantu sehingga penyaluran air bersih bisa lebih cepat," kata Agus Artana.

BPBD mencatat, krisis air di dua titik tersebut telah berdampak pada sekitar 95 kepala keluarga. Rinciannya, sebanyak 60 kepala keluarga berada di Lingkungan Pancardawa dan 35 kepala keluarga di Lingkungan Dewasana.

Menurut Agus Artana, jumlah warga terdampak masih bersifat sementara dan berpotensi bertambah apabila musim kemarau terus berlangsung. Kawasan perbukitan di Kelurahan Pendem menjadi wilayah yang paling rentan karena sumber air mulai mengering.

"Data sementara sekitar 95 kepala keluarga. Kemungkinan bertambah karena daerah bagian atas dilaporkan sudah mulai tidak memiliki sumber air," ucapnya.

Selain dua titik di Kelurahan Pendem, BPBD juga memantau sejumlah wilayah yang hampir setiap musim kemarau mengalami kekeringan, seperti Desa Manistutu dan Desa Tukadaya di Kecamatan Melaya. Sementara itu, hingga kini belum ada laporan baru dari wilayah Kecamatan Mendoyo.

Ia menambahkan, kejadian kekeringan terparah dalam beberapa tahun terakhir terjadi pada 2023. Meski jumlah laporan tahun ini belum sebanyak saat itu, BPBD tetap meningkatkan kesiapsiagaan mengingat musim kemarau diperkirakan masih berlangsung hingga September 2026.

"Prediksi BMKG, musim kemarau berlangsung sampai September. Namun waktunya bisa maju atau mundur tergantung perkembangan cuaca," katanya.

Untuk mempercepat distribusi air, BPBD telah menempatkan tandon di Lingkungan Pancardawa dan Dewasana. Meski persediaan tandon masih mencukupi, jumlahnya terbatas sehingga penggunaannya akan disesuaikan apabila muncul titik-titik kekeringan baru.

BPBD juga mengimbau masyarakat yang memiliki tempat penampungan air komunal agar dapat dimanfaatkan sebagai lokasi distribusi bantuan sehingga penyaluran air bersih dapat menjangkau lebih banyak warga.

"Kalau ada tempat penampungan air milik bersama tentu akan sangat membantu. Jumlah tandon BPBD terbatas dan kami juga harus mengantisipasi jika nanti ada wilayah lain yang mengalami kekeringan," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....