Dinkes Buleleng Ukur Kebugaran ASN, Kenalkan Pola Hidup Sehat

  • 23 Jun 2026 13:53 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng menggelar kegiatan pengukuran kebugaran jasmani dan edukasi peningkatan aktivitas fisik bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di halaman GOR Bhuana Patra, Singaraja, Selasa, 23 Juni 2026. Kegiatan ini diikuti perwakilan ASN dari 25 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Buleleng.

Pelaksanaan kegiatan tersebut tidak hanya difokuskan untuk mengetahui tingkat kebugaran peserta. Dinas Kesehatan juga memberikan pemahaman mengenai pentingnya aktivitas fisik yang terencana agar setiap ASN dapat menjaga kondisi tubuh dan mendukung produktivitas dalam bekerja.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, Ni Luh Putu Withari, menjelaskan seluruh peserta terlebih dahulu menjalani skrining kesehatan sebelum mengikuti pengukuran kebugaran. Tahapan ini dilakukan untuk memastikan peserta berada dalam kondisi yang layak mengikuti tes.

“Peserta yang dinyatakan layak kemudian mengikuti tes kebugaran menggunakan metode Rockport sejauh 1,6 kilometer. Hasil waktu tempuh peserta akan dikonversi menjadi nilai VO2 Max dan tingkat kebugaran yang nantinya menjadi dasar pemberian rekomendasi latihan fisik,” jelasnya.

Ia menerangkan, hasil pengukuran tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan rekomendasi olahraga yang sesuai dengan kondisi masing-masing peserta. Rekomendasi yang diberikan meliputi jenis olahraga, frekuensi latihan, durasi olahraga hingga batas denyut nadi yang aman selama melakukan aktivitas fisik. Seluruh hasil tersebut akan dicantumkan dalam Kartu Menuju Bugar yang diterbitkan Kementerian Kesehatan.

Menurut Withari, setiap peserta akan memperoleh rekomendasi yang berbeda sesuai tingkat kebugarannya. ASN yang memiliki tingkat kebugaran rendah dianjurkan memulai aktivitas fisik secara bertahap dengan intensitas ringan guna mengurangi risiko cedera dan menjaga keselamatan selama berolahraga.

“Kami ingin peserta memahami bahwa latihan fisik harus dilakukan secara terencana dan sesuai kondisi tubuh. Tidak semua orang bisa langsung melakukan olahraga dengan intensitas tinggi. Semua harus disesuaikan dengan usia dan tingkat kebugarannya,” ujarnya.

Selain pengukuran kebugaran, peserta juga diperkenalkan dengan aplikasi Sistem Pengukuran Kebugaran (Sipgar). Aplikasi tersebut dapat dimanfaatkan secara mandiri untuk memantau tingkat kebugaran secara berkala sehingga masyarakat, khususnya ASN, dapat lebih mudah mengontrol kondisi kesehatannya.

Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng berharap para peserta yang mengikuti kegiatan ini dapat menjadi penggerak pola hidup sehat di lingkungan kerja masing-masing. Dengan demikian, semakin banyak ASN yang terdorong untuk membiasakan aktivitas fisik secara rutin dan menerapkan gaya hidup sehat dalam keseharian.

Menurut Withari, kebugaran jasmani memiliki peran penting dalam menunjang produktivitas kerja. Seseorang yang memiliki tingkat kebugaran yang baik akan mampu menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa mengalami kelelahan berlebihan dan masih memiliki cadangan energi untuk melakukan aktivitas lainnya.

“ASN yang bugar akan bekerja lebih efektif dan efisien. Selain itu, aktivitas fisik yang rutin juga dapat membantu menurunkan risiko penyakit kardiovaskular, menjaga kesehatan tulang, mengontrol gula darah, mencegah stres, serta membantu menjaga berat badan ideal,” pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng mendorong terciptanya budaya hidup sehat di lingkungan pemerintahan. Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas kesehatan ASN sekaligus menunjang pelayanan kepada masyarakat secara lebih optimal.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....