Kebakaran di Buleleng Menurun, Damkar Soroti Bahaya Instalasi Listrik

  • 09 Jun 2026 20:21 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja – Tren kejadian kebakaran di Kabupaten Buleleng menunjukkan penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Namun demikian, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Buleleng masih menemukan berbagai persoalan terkait keselamatan kebakaran, terutama penggunaan instalasi listrik yang tidak sesuai standar.

Kepala Dinas Damkarmat Buleleng, I Gede Arya Suardana, mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2025 tercatat sebanyak 132 kejadian kebakaran. Jumlah tersebut mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya, yang menunjukkan bahwa upaya pencegahan mulai memberikan hasil positif.

“Kalau angka kebakaran menurun, berarti edukasi dan tindakan pencegahan yang kami lakukan mulai efektif. Yang meningkat justru layanan penyelamatan,” ujarnya pada Selasa, 9 Juni 2026.

Meski demikian, hasil investigasi Damkar menunjukkan bahwa sebagian besar kebakaran masih disebabkan oleh korsleting listrik. Banyak masyarakat maupun pelaku usaha yang menggunakan kabel tidak sesuai standar, sementara beban listrik yang digunakan cukup besar.

Arya mencontohkan, tidak sedikit warung maupun usaha kecil yang menggunakan kabel berukuran kecil untuk menyalurkan listrik ke berbagai peralatan berdaya tinggi seperti kulkas, freezer, rice cooker, hingga perangkat elektronik lainnya.

“Ketika kapasitas kabel tidak sesuai dengan beban listrik, risiko panas berlebih dan korsleting sangat tinggi. Ini yang paling sering kami temukan saat investigasi kebakaran,” ujarnya.

Selain faktor listrik, kebakaran lahan juga masih menjadi ancaman terutama saat musim kemarau. Kebiasaan membakar sampah lalu meninggalkannya tanpa pengawasan, serta membuang puntung rokok sembarangan di lahan kering, menjadi pemicu utama terjadinya kebakaran lahan.

Dalam upaya pencegahan, Damkar Buleleng juga menemukan masih banyak pelaku usaha yang belum memahami pentingnya alat pemadam api ringan (APAR). Bahkan saat melakukan inspeksi, petugas menemukan APAR yang disimpan di gudang sehingga sulit dijangkau ketika terjadi keadaan darurat.

“Kami pernah menemukan APAR tersedia, tetapi ditaruh di gudang. Saat ditanya kalau terjadi kebakaran bagaimana, jawabannya lari menyelamatkan diri. Artinya fungsi APAR belum dipahami dengan baik,” katanya.

Kasi Pemberdayaan Masyarakat dan Dunia Usaha Damkarmat Buleleng, Putu Deni Sudiarta, menambahkan bahwa APAR seharusnya ditempatkan di lokasi yang mudah terlihat dan mudah dijangkau. Bahkan menurutnya, rumah tangga juga perlu memiliki APAR mengingat tingginya penggunaan tabung gas dan peralatan listrik di rumah.

Selain penyediaan APAR, pelaku usaha juga diminta memiliki jalur evakuasi yang jelas, titik kumpul yang aman, serta rutin mengikuti simulasi kebakaran. Langkah tersebut dinilai penting untuk meminimalkan risiko kerugian dan korban jiwa ketika terjadi insiden.

“Kesadaran masyarakat menjadi kunci utama. Kebakaran sebagian besar sebenarnya bisa dicegah apabila instalasi listrik dipelihara dengan baik dan masyarakat memahami prosedur keselamatan dasar,” ujar Deni.

Damkar Buleleng pun terus menggencarkan edukasi dan simulasi ke sekolah, desa, perkantoran, hingga pelaku usaha guna membangun budaya keselamatan kebakaran di tengah masyarakat.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....