PMI Buleleng Siaga Salurkan Air Bersih Hadapi Ancaman Kemarau Panjang
- 25 Jul 2026 10:59 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Memasuki musim kemarau, kebutuhan air bersih mulai meningkat di sejumlah wilayah Kabupaten Buleleng. Mengantisipasi dampak kekeringan, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Buleleng memperkuat layanan distribusi air bersih dengan menggandeng Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buleleng untuk menjangkau daerah-daerah yang mengalami kesulitan air.
Sepanjang Juli 2026, distribusi air bersih telah dilakukan ke Desa Madenan dan Desa Sinabun. PMI memperkirakan kebutuhan serupa akan terus bertambah dalam beberapa pekan ke depan, seiring prediksi musim kemarau yang berlangsung lebih panjang dibandingkan biasanya.
Ketua Markas PMI Kabupaten Buleleng, Made Pasek Yasa mengatakan, PMI telah menyiapkan pelayanan air bersih sebagai langkah antisipasi terhadap meningkatnya kebutuhan masyarakat selama musim kemarau. Selain mengajukan dukungan pendanaan ke PMI Pusat, pihaknya juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak untuk memperluas jangkauan pelayanan.
"Kami siap melayani kebutuhan air bersih masyarakat dengan berkoordinasi bersama BPBD Kabupaten Buleleng. Saat ini distribusi sudah dilakukan di Desa Madenan dan Sinabun, dan ke depan kemungkinan akan bertambah ke wilayah seperti Kaliasem, Banjarasem, hingga Sawan sesuai kebutuhan di lapangan. Kami juga berharap adanya dukungan dari para donatur, perusahaan, BUMN maupun BUMD agar pelayanan air bersih kepada masyarakat dapat berjalan optimal selama musim kemarau," ujarnya pada Sabtu, 25 Juli 2026.
Di lapangan, distribusi air bersih dilakukan menggunakan armada tangki yang dinilai masih mampu menjangkau lokasi pelayanan meski harus melewati medan yang cukup menantang. Petugas juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat setempat agar proses penyaluran berjalan lancar hingga ke titik distribusi yang telah disiapkan.
Anggota PMI Kabupaten Buleleng, Daud Puji Raharjo menjelaskan, armada yang digunakan mampu menjangkau wilayah perbukitan seperti Desa Sinabun maupun Madenan. Menurutnya, setiap pengiriman dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi akses jalan serta kapasitas penampungan air yang tersedia di lokasi.
"Medan menuju lokasi memang cukup menantang dengan jalan menanjak dan ruang putar kendaraan yang sempit sehingga membutuhkan koordinasi antara sopir dan asisten. Untuk Desa Sinabun kami melakukan dua kali perjalanan setiap hari dengan total distribusi sekitar 10.000 liter air, sehingga dalam sehari dapat melayani satu dusun sesuai kapasitas yang tersedia," katanya.
Bantuan air bersih tersebut mendapat apresiasi dari Pemerintah Desa Sinabun. Pasalnya, saat musim kemarau debit sumber air yang selama ini dimanfaatkan masyarakat terus menurun sehingga distribusi air bersih menjadi kebutuhan yang sangat mendesak.
Perbekel Desa Sinabun, Nyoman Somanada mengaku kehadiran PMI dan BPBD sangat membantu warga memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari. Ia berharap bantuan serupa dapat terus berlanjut, termasuk adanya dukungan pemerintah dalam penyediaan sarana distribusi air agar masyarakat tidak mengalami kesulitan setiap musim kemarau.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada PMI dan BPBD atas bantuan air bersih yang diberikan kepada masyarakat. Saat ini sumber air yang kami ambil dari Desa Lemukih mengalami penurunan debit pada musim kemarau sehingga distribusi dilakukan secara bergiliran dan sering kali belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan warga. Kami berharap ke depan ada dukungan tambahan agar pelayanan air bersih dapat lebih maksimal," ucapnya.
PMI Kabupaten Buleleng memastikan akan terus memantau perkembangan kebutuhan air bersih di berbagai wilayah selama musim kemarau berlangsung. Koordinasi dengan pemerintah daerah juga akan terus dilakukan agar distribusi air dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan secara cepat, tepat, dan berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....