Damkar Jembrana Catat Lonjakan Kebakaran Diduga akibat Bakar Sampah

  • 24 Jul 2026 11:47 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Negara – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Jembrana mengingatkan masyarakat agar tidak lagi membakar sampah secara sembarangan. Imbauan tersebut menyusul meningkatnya kasus kebakaran yang diduga dipicu aktivitas pembakaran sampah dalam sepekan terakhir.

Kasat Pol PP Jembrana, I Ketut Eko Susilo AP, mengatakan sedikitnya lebih dari lima kejadian kebakaran tercatat dalam kurun waktu satu minggu. Mayoritas peristiwa terjadi di lahan terbuka maupun lokasi penumpukan sampah yang kemudian merembet ke area di sekitarnya.

Peristiwa terbaru terjadi pada Rabu, 22 Juli 2026, sekitar pukul 19.14 Wita di lokasi penampungan sampah kawasan Wantilan Banjar Dangin Tukadaya, Desa Dangin Tukadaya, Kecamatan Jembrana. Kobaran api menghanguskan tumpukan sampah dan lahan seluas kurang lebih tiga are.

"Laporan kami terima dari petugas desa, kemudian Regu II Damkar langsung menuju lokasi. Penanganan dilakukan dengan pemadaman dan dilanjutkan pendinginan agar api tidak kembali menyala," ujar Eko.

Ia menjelaskan, petugas tiba sekitar lima menit setelah menerima laporan. Proses pemadaman berlangsung kurang lebih dua jam dengan mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran.

Dalam operasi tersebut, petugas menghabiskan sekitar 8.500 liter air yang disuplai dari satu unit mobil tangki berkapasitas 5.000 liter dan satu armada berkapasitas 3.500 liter. Tidak ada korban jiwa maupun kerugian material yang dilaporkan dalam kejadian tersebut.

Berdasarkan keterangan pengelola tempat penampungan sampah, I Wayan Ardika (46), saat meninggalkan lokasi pada sore hari tidak terlihat adanya tanda-tanda kebakaran. Beberapa saat kemudian, ia mendapat informasi dari seorang mangku Pura Prajapati bahwa api telah membakar area penampungan sampah. Laporan tersebut kemudian diteruskan kepada Polprades untuk meminta bantuan petugas Damkar.

Hingga proses penanganan selesai, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Namun, dugaan sementara mengarah pada aktivitas pembakaran sampah yang tidak diawasi hingga api merambat ke tumpukan sampah dan lahan di sekitarnya.

Eko menegaskan, tren kebakaran akibat pembakaran sampah menjadi perhatian serius, terutama saat kondisi cuaca panas disertai angin yang dapat mempercepat penyebaran api.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah sembarangan. Jika memang harus dilakukan, pastikan api benar-benar padam sebelum ditinggalkan. Apabila menemukan titik api atau kebakaran, segera laporkan kepada petugas agar penanganan bisa dilakukan secepat mungkin," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....