Pasca Banjir Bandang, Aktivitas Belajar di SDN 5 Banjar Mulai Pulih

  • 12 Mar 2026 07:32 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Pasca banjir bandang yang melanda Desa Banjar pada pekan lalu, aktivitas belajar mengajar di SDN 5 Banjar mulai berangsur pulih. Sebelumnya, luapan air sungai merendam bangunan sekolah hingga setinggi sekitar 2,5 meter sehingga area sekolah dipenuhi endapan lumpur tebal.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata, mengatakan kerusakan yang terjadi terutama pada tiga ruang kelas yang berada di lantai bawah beserta peralatan belajar yang ada di dalamnya.

Menurutnya, proses pembelajaran bagi siswa kini mulai berjalan kembali dengan sistem penyesuaian. Siswa kelas 4, 5, dan 6 telah kembali mengikuti pembelajaran tatap muka dengan memanfaatkan ruang kelas yang berada di lantai atas.

“Untuk kerusakan terjadi di ruang kelas yang berada di bawah beserta peralatan di dalamnya. Saat ini anak-anak sudah mulai belajar secara luring untuk kelas 4, 5, dan 6 dengan memanfaatkan tiga ruang kelas yang ada di atas,” ujar Suraya Bharata.

Sementara itu, siswa kelas 1, 2, dan 3 masih mengikuti pembelajaran secara daring. Kebijakan tersebut diambil karena ruang kelas di bagian bawah sekolah masih dalam proses pembersihan dari endapan lumpur.

Ia menambahkan, untuk siswa kelas 6 kegiatan simulasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) juga tetap dilaksanakan. Simulasi tersebut berlangsung lancar dengan memanfaatkan ruang kelas yang masih dapat digunakan.

“Untuk kelas 6 hari ini juga sudah dilaksanakan simulasi TKA dan berjalan lancar dengan memanfaatkan ruang kelas yang tersedia di lantai atas,” ucapnya.

Selain SDN 5 Banjar, dampak banjir juga terjadi pada fasilitas pendidikan lainnya di wilayah tersebut. Salah satunya di SMP Negeri 3 Seririt yang mengalami kerusakan pada bagian tembok penyangga bangunan.

Disdikpora Buleleng saat ini masih melakukan asesmen untuk mengetahui tingkat kerusakan yang terjadi. Hasil asesmen tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan serta pengaturan proses pembelajaran ke depan.

Pihaknya juga tengah mengidentifikasi kebutuhan sarana pendidikan yang terdampak banjir, termasuk sejumlah buku perpustakaan yang dilaporkan terendam air.

“Kami masih melakukan identifikasi kebutuhan di sekolah tersebut. Jika diperlukan, sementara waktu siswa bisa memanfaatkan fasilitas sekolah terdekat sambil menunggu pengadaan kembali buku melalui dana BOS maupun bantuan lainnya,” ucapnya.

Surya Bharata menambahkan, pemerintah juga akan mengkaji langkah penanganan jangka panjang agar kejadian serupa tidak terus berulang. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah penataan kembali fasilitas sekolah atau pemanfaatan bersama dengan sekolah terdekat.

Ia berharap proses pemulihan dapat segera selesai sehingga seluruh siswa dapat kembali mengikuti pembelajaran secara normal di sekolah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....