Orang Tua Wajib Awasi Penggunaan AI

  • 23 Jul 2026 12:02 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Kehadiran kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) memberikan kemudahan bagi anak dalam mengakses informasi dan menyelesaikan tugas. Namun, penggunaannya perlu mendapatkan pengawasan agar tidak mengurangi proses belajar dan kemampuan berpikir peserta didik.

Akademisi Dr. I Made Bagus Andi Purnomo, M.Pd., mengingatkan orang tua dan guru untuk tidak hanya melihat hasil akhir tugas atau nilai yang diperoleh anak. Proses dan pemahaman anak terhadap materi yang dikerjakan juga harus menjadi perhatian.

Lebih lanjut ia menceritakan pengalaman seorang anak yang mendapatkan nilai sempurna dalam ujian Bahasa Inggris setelah mencari jawaban melalui internet dan AI. Namun, ketika ditanya kembali mengenai materi tersebut, anak tersebut justru tidak mampu menjelaskannya.

“Dia senang luar biasa, nilainya 100. Tetapi dia tidak paham sama sekali apa yang dia kerjakan,” ucapnya.

Menurutnya, fenomena tersebut menjadi tantangan bagi dunia pendidikan di era digital. Teknologi yang seharusnya membantu proses belajar justru dapat menjadi masalah jika digunakan untuk menggantikan proses berpikir anak.

Ia menilai orang tua tidak boleh menganggap nilai tinggi sebagai satu-satunya bukti keberhasilan belajar. Orang tua perlu memastikan anak benar-benar memahami materi dan mampu menjelaskan kembali apa yang telah dipelajari. Pengawasan juga perlu dilakukan oleh guru di sekolah. Pendidik perlu memastikan bahwa jawaban yang diberikan peserta didik merupakan hasil pemahaman dan proses belajar, bukan sekadar hasil pencarian melalui teknologi.

Dosen IAHN Mpu Kuturan ini menegaskan, keterlibatan orang tua menjadi semakin penting di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat. Orang tua perlu memahami aktivitas digital anak sekaligus membangun komunikasi terbuka agar anak dapat menggunakan AI dan internet secara bertanggung jawab.

Dengan demikian, teknologi dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu untuk memperluas pengetahuan dan kreativitas, tanpa menghilangkan kemampuan anak untuk berpikir kritis, belajar mandiri, dan memahami materi secara mendalam.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....