Orang Tua Diminta Tak Terlalu Cemas dengan Nilai TKA, Fokus Dampingi Anak Belajar

  • 22 Jul 2026 08:30 WIB
  •  Singaraja
Poin Utama
  • Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) tidak boleh dijadikan alasan orang tua memberikan tekanan kepada anak.
  • Hasil TKA perlu dijadikan bahan evaluasi bersama untuk meningkatkan proses belajar secara berkelanjutan.
  • Dr. Putu Artawan dari Universitas Pendidikan Ganesha menyampaikan pandangan ini dalam Dialog Hai Bali Kenken RRI Singaraja.

RRI.CO.ID, Singaraja – Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) tidak seharusnya menjadi alasan bagi orang tua untuk memberikan tekanan kepada anak. Sebaliknya, hasil tersebut perlu dijadikan bahan evaluasi bersama agar proses belajar dapat terus ditingkatkan.

Hal tersebut disampaikan Akademisi Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Dr. Putu Artawan, S.Pd., M.Si., dalam Dialog Hai Bali Kenken RRI Singaraja, Selasa, 21 Juli 2026.

Menurutnya, masyarakat perlu memahami bahwa rata-rata nilai TKA secara nasional masih tergolong rendah. Oleh karena itu, orang tua tidak perlu langsung menyimpulkan anak kurang mampu hanya karena memperoleh nilai yang belum memuaskan.

"Banyak orang tua yang langsung khawatir ketika melihat nilai TKA. Padahal, rata-rata nasional Bahasa Indonesia sekitar 60 dan Matematika sekitar 43. Jadi, jangan sampai anak justru kehilangan motivasi karena tekanan dari lingkungan," ujarnya.

Artawan menyarankan orang tua membangun kebiasaan membaca di rumah, mengajak anak berdiskusi, melatih kemampuan menyimpulkan bacaan, serta mengenalkan konsep matematika melalui aktivitas sehari-hari. Ia juga menilai guru perlu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sehingga siswa terdorong memahami konsep, bukan sekadar mengejar nilai.

Dengan dukungan keluarga, sekolah, dan lingkungan, TKA diharapkan menjadi sarana evaluasi kemampuan akademik sekaligus motivasi bagi peserta didik untuk terus berkembang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....