Dorayaki, Kelembutan Tradisi Jepang dalam Dua Tangkup Pancake

  • 07 Okt 2026 09:55 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja – Jepang memiliki beragam kue tradisional yang tidak hanya menawarkan cita rasa manis, tetapi juga menyimpan sejarah dan budaya di balik pembuatannya. Salah satunya adalah dorayaki, kue khas Jepang yang lembut dengan isian pasta kacang merah manis.

Dorayaki termasuk wagashi, yakni sebutan untuk berbagai kue tradisional Jepang. Kue ini terdiri atas dua lembar pancake berbentuk bulat dan lembut yang ditangkupkan dengan isian anko, yaitu pasta kacang merah manis yang umumnya dibuat dari kacang azuki.

Adonan pancake dorayaki dibuat dari bahan sederhana seperti tepung terigu, telur, gula, dan madu. Setelah dipanggang, kedua pancake memiliki tekstur lembut dengan warna cokelat keemasan dan aroma khas madu.

Nama “dorayaki” berasal dari kata dora yang berarti gong dan yaki yang berarti dipanggang. Nama tersebut merujuk pada bentuk dorayaki yang bulat dan menyerupai gong.

Bentuk dorayaki modern yang terdiri atas dua lembar pancake dengan isian di tengahnya diperkenalkan sekitar tahun 1914 oleh toko Usagiya di Tokyo. Di wilayah Jepang bagian barat, khususnya Kansai, dorayaki juga dikenal dengan sebutan mikasa.

Popularitas dorayaki semakin luas, salah satunya berkat kemunculannya sebagai makanan kesukaan karakter Doraemon dalam manga dan anime populer asal Jepang. Hal tersebut turut membuat dorayaki dikenal oleh masyarakat di berbagai negara.

Seiring perkembangan zaman, isian dorayaki tidak lagi terbatas pada anko. Berbagai kreasi modern hadir dengan isian krim, custard, matcha, cokelat, buah, hingga puding.

Membuat Dorayaki di Rumah

Dorayaki relatif mudah dibuat di rumah. Dengan bahan sederhana, sekitar enam buah dorayaki atau 12 lembar pancake dapat dihasilkan.

Untuk membuat pancake, siapkan empat butir telur ukuran besar, 140 gram gula pasir, dua sendok makan madu, 160 gram tepung terigu serbaguna yang telah diayak, satu sendok teh baking powder, serta satu hingga dua sendok makan air. Siapkan pula sedikit minyak netral untuk mengolesi wajan.

Untuk isian, gunakan sekitar 500–520 gram pasta kacang merah manis atau anko. Agar lebih praktis, anko siap pakai dapat digunakan dan biasanya tersedia di supermarket yang menjual bahan makanan Asia maupun melalui berbagai toko daring.

Cara Membuat

Pertama, kocok telur, gula, dan madu hingga adonan mengembang, berwarna lebih pucat, dan terasa ringan.

Selanjutnya, masukkan tepung terigu dan baking powder yang telah diayak. Aduk hingga tercampur rata, kemudian diamkan adonan di dalam kulkas selama sekitar 15 menit.

Setelah itu, aduk kembali adonan. Tambahkan satu hingga dua sendok makan air secara bertahap hingga mendapatkan konsistensi seperti adonan pancake, tidak terlalu kental maupun terlalu cair.

Panaskan wajan antilengket menggunakan api kecil hingga sedang selama kurang lebih lima menit. Oleskan sedikit minyak menggunakan tisu, kemudian bersihkan sisa minyak. Langkah ini penting agar permukaan dorayaki memiliki warna cokelat keemasan yang merata.

Tuangkan sekitar tiga sendok makan adonan untuk setiap pancake dengan diameter kurang lebih tujuh hingga delapan sentimeter. Masak hingga muncul gelembung pada permukaannya, sekitar 60–90 detik. Balik pancake, kemudian masak sisi lainnya selama sekitar 20–30 detik.

Ulangi proses tersebut hingga seluruh adonan habis. Agar pancake tetap lembut dan tidak kering, tutup dengan serbet lembap setelah matang.

Untuk menyatukannya, ambil satu pancake dan letakkan anko di bagian tengah. Isian sebaiknya dibuat sedikit lebih tebal di bagian tengah agar dorayaki memiliki bentuk yang cembung. Tutup dengan pancake kedua, kemudian tekan perlahan hingga kedua bagian menyatu.

Kunci Dorayaki yang Lembut

Salah satu kunci keberhasilan membuat dorayaki adalah penggunaan api kecil. Suhu yang terlalu tinggi dapat membuat permukaan cepat gosong sementara bagian dalam belum matang sempurna.

Madu juga memiliki peran penting karena memberikan aroma khas, membantu menjaga kelembapan, sekaligus menghasilkan warna cokelat keemasan pada permukaan pancake.

Bagi yang ingin bereksperimen, anko dapat diganti dengan berbagai isian sesuai selera, seperti selai, cokelat, keju, atau krim.

Dorayaki dapat dinikmati dalam keadaan hangat maupun pada suhu ruang. Kue ini juga cocok disandingkan dengan secangkir teh hijau, menghadirkan perpaduan sederhana yang lekat dengan nuansa kuliner Jepang.

Untuk penyimpanan, dorayaki dapat dibiarkan pada suhu ruang selama beberapa jam. Jika ingin disimpan lebih lama, bungkus rapat dan letakkan di dalam lemari pendingin. Dengan penyimpanan yang tepat, dorayaki dapat bertahan sekitar dua hingga tiga hari.

Dari kue tradisional sederhana dengan isian kacang merah, dorayaki kini berkembang menjadi sajian yang dapat dinikmati dengan beragam kreasi. Kelembutan pancake dan manisnya isian menjadikan dorayaki bukan hanya bagian dari tradisi kuliner Jepang, tetapi juga camilan yang terus beradaptasi dengan selera zaman. (RRI/Dewa Arta)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....