Jaje Sirat, Jajanan Tradisional Sarat Makna Spiritual

  • 15 Sep 2026 09:33 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja: Jaje Sirat atau Jajan Sirat merupakan salah satu jajanan tradisional Bali yang memiliki bentuk unik menyerupai sarang burung atau jaring-jaring halus. Teksturnya garing dan renyah, dengan perpaduan rasa manis dan gurih yang khas.

Nama “sirat” berasal dari bahasa Bali yang merujuk pada teknik pembuatannya. Adonan yang encer disirat atau dikucurkan secara melingkar di atas minyak panas hingga membentuk pola jaring-jaring.

Sekilas, Jaje Sirat memiliki kemiripan dengan kue akar kelapa atau kue sarang burung yang dikenal di Pulau Jawa. Namun, cita rasanya memiliki karakter tersendiri karena menggunakan perpaduan gula merah atau gula Bali, santan, dan wijen.

Jaje Sirat juga menjadi bagian dari sanganan Bali yang kerap hadir dalam berbagai kegiatan adat dan keagamaan, termasuk sebagai salah satu pelengkap banten maupun sajian saat perayaan Hari Raya Galungan.

Cara Membuat Jaje Sirat

Untuk membuatnya, bahan yang diperlukan antara lain 200 gram tepung beras, 50 gram tepung tapioka atau sagu, 100 gram gula merah yang telah disisir halus, dua sendok makan gula pasir, 250 mililiter santan, satu butir telur, setengah sendok teh garam, serta satu sendok makan biji wijen jika diinginkan.

Siapkan pula minyak goreng dan alat untuk menyirat adonan. Secara tradisional, adonan dapat dimasukkan ke dalam batok kelapa yang telah diberi lubang-lubang kecil di bagian bawah. Sebagai alternatif, dapat digunakan kantong plastik berbentuk segitiga dengan ujung yang digunting sangat kecil.

Langkah pertama adalah membuat adonan. Rebus santan bersama gula merah, gula pasir, dan garam hingga seluruh gula larut. Setelah itu, saring dan biarkan hingga hangat atau dingin.

Campurkan tepung beras dan tepung tapioka dalam wadah. Tuangkan larutan gula dan santan secara perlahan sambil terus diaduk menggunakan whisk hingga adonan licin dan tidak menggumpal.

Masukkan telur yang telah dikocok lepas dan biji wijen, kemudian aduk hingga seluruh bahan tercampur rata. Konsistensi adonan perlu cukup encer agar mudah mengalir ketika disirat.

Berikutnya, panaskan minyak dalam jumlah cukup banyak menggunakan wajan dengan api sedang. Masukkan adonan ke dalam batok kelapa berlubang atau alat pengganti yang telah disiapkan.

Kucurkan adonan secara memutar di atas minyak panas hingga membentuk jaring-jaring berbentuk lingkaran dengan diameter sekitar 10 hingga 12 sentimeter.

Goreng hingga adonan berubah warna menjadi cokelat keemasan dan teksturnya mengeras serta garing.

Saat masih berada di dalam wajan dan dalam kondisi panas, Jaje Sirat dapat segera dilipat menjadi dua hingga berbentuk setengah lingkaran atau digulung perlahan menggunakan capit maupun spatula.

Setelah itu, angkat dan tiriskan minyaknya. Biarkan hingga dingin agar teksturnya semakin renyah.

Jaje Sirat yang telah dingin sebaiknya disimpan dalam wadah kedap udara agar kerenyahannya tetap terjaga.

Dengan bentuk jaring-jaring yang khas dan cita rasa manis gurih, Jaje Sirat tidak hanya menjadi kudapan tradisional, tetapi juga bagian dari kekayaan kuliner yang menyertai berbagai tradisi dan perayaan masyarakat Bali.

(RRI/Dewa Arta)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....