Yuba, Kulit Susu Kedelai yang Kaya Protein dan Serbaguna

  • 09 Sep 2026 13:56 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Bagi sebagian masyarakat Indonesia, yuba mungkin lebih dikenal dengan sebutan kulit tahu atau kembang tahu. Namun, makanan berbahan dasar kedelai ini memiliki proses pembuatan dan karakteristik yang berbeda dari tahu pada umumnya.

Yuba terbentuk secara alami sebagai lapisan tipis di permukaan susu kedelai ketika dipanaskan. Pada suhu sekitar 80 hingga 90 derajat Celsius, protein dan lemak dalam susu kedelai menggumpal dan membentuk lapisan menyerupai kulit di permukaan.

Lapisan tersebut kemudian diangkat secara perlahan dan dapat dikonsumsi dalam kondisi segar maupun dikeringkan untuk digunakan dalam berbagai olahan makanan.

Berbeda dengan tahu, pembentukan yuba tidak menggunakan bahan penggumpal atau koagulan. Lapisan yuba terbentuk murni melalui proses pemanasan susu kedelai.

Dari segi tekstur, yuba segar memiliki karakter lembut, kenyal, dan sedikit creamy. Rasanya cenderung ringan dengan sentuhan manis dan gurih khas kacang kedelai. Sifatnya yang mudah menyerap bumbu membuat yuba cocok diolah menjadi beragam hidangan.

Yuba sendiri memiliki beberapa bentuk. Yuba segar atau nama-yuba dapat langsung dikonsumsi, sedangkan yuba kering atau hoshi-yuba perlu direndam terlebih dahulu sebelum dimasak.

Di Indonesia, yuba kering lebih dikenal sebagai kembang tahu atau kulit tahu dan kerap digunakan dalam berbagai masakan, seperti sup, cap cay, hingga olahan gulungan.

Dalam tradisi kuliner Jepang, yuba juga memiliki sejarah panjang. Bahan makanan ini banyak digunakan dalam shojin ryori, yakni tradisi masakan vegetarian yang berkembang dalam lingkungan Buddha. Yuba dapat ditemukan dalam tumisan, sup, hot pot, salad, maupun disajikan sederhana bersama kecap dan wasabi.

Selain memiliki cita rasa yang khas, yuba dikenal sebagai salah satu sumber protein nabati. Bahan makanan ini juga mengandung zat besi dan memiliki kandungan kolesterol yang rendah. Karena berbahan dasar kedelai, yuba juga menjadi pilihan bagi masyarakat yang menjalani pola makan vegetarian maupun vegan.

Kandungan nutrisinya yang relatif terkonsentrasi menjadikan yuba tidak hanya menarik dari sisi kuliner, tetapi juga sebagai alternatif sumber protein nabati.

Dengan proses pembuatan yang sederhana namun menghasilkan bahan pangan yang serbaguna, yuba menjadi salah satu olahan kedelai yang menunjukkan bagaimana bahan pangan sederhana dapat berkembang menjadi bagian dari kekayaan kuliner Asia. (RRI/Dewa Arta)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....