Bali Sari, Inovasi Undiksha untuk Perkuat Resiliensi dan Kesehatan Mental

  • 21 Agt 2026 14:24 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) memperkenalkan Bali Sari, aplikasi digital yang dikembangkan untuk membantu masyarakat meningkatkan resiliensi atau kemampuan menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Bali Sari merupakan salah satu hasil inovasi Pusat Studi Pengasuhan dan Resiliensi Undiksha yang diperkenalkan kepada masyarakat melalui program hilirisasi hasil penelitian dan teknologi. Pengenalan inovasi tersebut dilakukan dalam rangkaian kegiatan yang diikuti kurang lebih 300 siswa. Pada hari pertama, orang tua siswa juga hadir untuk mendapatkan pembekalan mengenai smart parenting dan pengasuhan di tengah perubahan generasi serta perkembangan teknologi.

Sekretaris Pusat Studi Pengasuhan dan Resiliensi Undiksha, Dewa Gede Firstia Wirabrata, S.Psi., M.Psi., Psikolog, menjelaskan Bali Sari merupakan singkatan dari Bali Sehat dengan Resiliensi.

“Bali Sari itu sebenarnya kepanjangannya Bali Sehat dengan Resiliensi. Jadi Bali Sari biar gampang orang-orang mengingat,” ujar Dewa di sela kegiatan "Smart Parenting Resilience Camp", Jumat 21 Agustus 2026.

Menurutnya, aplikasi tersebut dikembangkan untuk membantu masyarakat meningkatkan ketahanan dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan. Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah tantangan pengasuhan yang dihadapi orang tua di tengah perubahan zaman.

“Ini dalam rangka untuk meningkatkan ketahanmalangan, jadi resiliensi masyarakat dalam menghadapi tantangan kehidupan. Salah satunya tantangannya dalam pengasuhan,” jelasnya.

Bali Sari saat ini masih tergolong sebagai inovasi yang baru dikembangkan. Karena itu, program hilirisasi menjadi salah satu upaya untuk memperkenalkan aplikasi tersebut kepada masyarakat secara lebih luas.

Aplikasi ini dapat digunakan melalui telepon pintar dan diarahkan untuk mendorong masyarakat lebih mandiri dalam menjaga kesehatan, terutama kesehatan mental.

Musik Relaksasi hingga Mood Tracker

Dewa menjelaskan, Bali Sari memiliki sejumlah fitur yang dapat digunakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Di antaranya musik relaksasi yang membantu pengguna menciptakan suasana lebih tenang, konten edukatif, serta mood tracker untuk membantu pengguna memantau kondisi suasana hati.

Aplikasi tersebut juga menyediakan tautan yang menghubungkan pengguna dengan psikolog apabila membutuhkan bantuan yang lebih profesional.

“Tujuannya memberikan kesempatan kepada masyarakat luas untuk semakin mandiri terhadap kesehatan mereka, salah satunya utamanya adalah kesehatan mental, dengan meningkatkan ketahanan mereka melalui penggunaan aplikasi ini,” katanya.

Salah satu peserta sedang mencoba penggunaan aplikasi Bali Sari. (Foto: RRI/Santi)

Teknologi untuk Hal yang Lebih Bermanfaat

Menurut Dewa, penguatan resiliensi menjadi semakin penting di tengah derasnya arus informasi digital.

Anak-anak, remaja, hingga orang dewasa setiap hari berhadapan dengan berbagai konten melalui media sosial. Kondisi tersebut membuat masyarakat perlu memiliki kemampuan untuk memilih konten dan platform yang memberikan manfaat.

Dewa mengatakan tidak semua platform digital memberikan manfaat positif. Bali Sari dikembangkan sebagai salah satu inovasi yang memanfaatkan teknologi untuk memberikan edukasi sekaligus membantu masyarakat memperkuat kemampuan menghadapi persoalan.

“Kalau aplikasi ini memberikan manfaat karena ini aplikasi edukasi. Mengedukasi orang-orang untuk lebih kuat, untuk menjadi lebih tahan terhadap kemalangan atau kesulitan,” ujarnya.

Orang Tua Perlu Mengarahkan Anak

Dewa menilai orang tua memiliki peran penting dalam mengarahkan anak menggunakan teknologi secara sehat.

Menurutnya, orang tua tidak cukup hanya membatasi penggunaan gawai. Mereka juga perlu membantu anak memilih aplikasi yang sesuai dengan usia dan memberikan manfaat.

Penyedia aplikasi memang telah memberikan batasan usia pada sejumlah layanan. Namun, pendampingan orang tua tetap diperlukan agar anak lebih bijak dalam memilih aplikasi yang digunakan.

“Sebagai orang tua juga harus lebih mendorong lagi agar yang di-download itu adalah aplikasi-aplikasi yang bermanfaat. Salah satunya aplikasi Bali Sari,” katanya.

Melalui Bali Sari, Undiksha ingin menunjukkan bahwa teknologi tidak selalu menjadi sumber persoalan. Jika dikembangkan dan digunakan secara tepat, teknologi dapat menjadi sarana edukasi dan membantu masyarakat memperkuat ketahanan diri.

Aplikasi tersebut sekaligus menjadi bentuk hilirisasi hasil penelitian perguruan tinggi agar dapat hadir lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Dengan memadukan edukasi, musik relaksasi, pemantauan suasana hati, serta akses menuju bantuan profesional, Bali Sari diharapkan dapat menjadi salah satu sarana bagi masyarakat untuk membangun kemandirian dalam menjaga kesehatan mental dan menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....