HIPMI Buleleng Soroti Tantangan Pengusaha Muda dan Pentingnya Kolaborasi
- 05 Apr 2026 23:31 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja – Tantangan pengusaha muda di Buleleng tidak hanya berkaitan dengan modal, tetapi juga mental, akses informasi, serta jejaring usaha.
Sekretaris Umum BPC HIPMI Buleleng, Komang Ayu Dian Pertiwi, menekankan bahwa kesiapan mental menjadi faktor utama dalam memulai dan mengembangkan usaha.
“Banyak yang berpikir kendala utama itu modal, padahal mental jauh lebih penting. Karena dalam bisnis kita akan menghadapi banyak tantangan dan proses trial and error,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kehadiran HIPMI menjadi wadah strategis untuk mempertemukan pengusaha muda dalam satu komunitas sehingga memudahkan akses informasi, kolaborasi, hingga pengembangan usaha.
Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah membantu pelaku usaha dalam pengurusan perizinan, termasuk Nomor Induk Berusaha (NIB), agar usaha dapat berkembang secara legal dan berkelanjutan.
Selain itu, HIPMI juga aktif menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah dan berbagai organisasi usaha seperti Kadin dan komunitas wirausaha lainnya.
Ketua Umum HIPMI Buleleng, Igar Krisnandari, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekonomi daerah.
“Kita tidak bisa berjalan sendiri. Harus ada dukungan dari keluarga, lingkungan, dan pemerintah. Kolaborasi adalah kunci,” katanya.
Masyarakat juga menyampaikan sejumlah aspirasi, mulai dari perlunya keterlibatan pengusaha senior, penguatan pengelolaan sampah, hingga dorongan ekspor produk lokal.
HIPMI menyambut baik masukan tersebut dan menegaskan komitmennya untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyelesaikan berbagai persoalan ekonomi daerah.
Terkait inklusivitas, HIPMI juga membuka peluang kolaborasi dengan kelompok disabilitas, khususnya dalam pengembangan produk dan pemasaran usaha.
“Siapapun bisa berkontribusi selama memiliki usaha dan semangat berkembang. Kami sangat terbuka untuk kolaborasi,” ucapnya.
Salah satu capaian yang telah diraih anggota HIPMI adalah keberhasilan produk lokal menembus pasar ekspor, seperti produk olahan berbasis virgin coconut oil (VCO) dan rempah-rempah.
Ke depan, HIPMI Buleleng berharap semakin banyak pengusaha muda yang tumbuh dan mampu membawa produk lokal bersaing di pasar global, sekaligus memperkuat perekonomian daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....