Manacika dalam Kehidupan, Awali Semua dari Pikiran

  • 01 Sep 2026 07:25 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Pikiran menjadi salah satu bagian penting dalam menentukan sikap dan perilaku manusia dalam menjalani kehidupan. Dalam ajaran Hindu, pentingnya menjaga pikiran dikenal dengan istilah Manacika, sebagai bagian dari konsep Tri Kaya Parisudha.

Hal tersebut menjadi pembahasan dalam program Mutiara Pagi Pro 1 RRI Denpasar yang di relay Pro 1 RRI Singaraja Selasa, 1 September 2026 bersama Ida Bagus Putu Wiadnyana Manuaba, S.Ag., M.Sos., dari Kementerian Agama Kabupaten Gianyar, dengan topik “Manacika Dalam Kehidupan”.

Ida Bagus Putu Wiadnyana menjelaskan, manacika berkaitan dengan bagaimana seseorang mengelola dan mengarahkan pikirannya agar tetap berada pada jalan kebaikan.

“Manacika mengajarkan kita untuk menjaga pikiran. Apa yang kita pikirkan akan memengaruhi perkataan dan perbuatan, sehingga pikiran yang baik menjadi awal untuk menciptakan kehidupan yang baik,” jelas Ida Bagus Putu Wiadnyana Manuaba.

Menurutnya, menjaga pikiran bukan berarti menghindari seluruh persoalan kehidupan. Justru, manusia perlu belajar menyikapi setiap persoalan dengan pikiran yang jernih, bijaksana dan tidak mudah dikuasai emosi.

Pikiran yang baik, kata dia, dapat membantu seseorang mengambil keputusan secara lebih tepat. Sebaliknya, pikiran yang dipenuhi prasangka, kebencian maupun keinginan buruk dapat memengaruhi ucapan dan tindakan seseorang.

“Ketika kita mampu mengendalikan pikiran, kita akan lebih mudah mengendalikan perkataan dan perbuatan. Inilah pentingnya menerapkan Tri Kaya Parisudha dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Ia menambahkan, Tri Kaya Parisudha mengajarkan tiga bentuk penyucian diri, yakni berpikir yang baik atau Manacika Parisudha, berkata yang baik atau Wacika Parisudha, serta berbuat yang baik atau Kayika Parisudha.

Ketiganya memiliki hubungan yang erat. Pikiran menjadi awal yang kemudian dapat memengaruhi perkataan dan tindakan dalam kehidupan sehari-hari.

Penerapan manacika juga dapat dilakukan melalui kebiasaan sederhana. Di antaranya membiasakan berpikir positif, tidak mudah berprasangka terhadap orang lain, mampu mengendalikan kemarahan, serta mempertimbangkan dampak sebelum mengambil keputusan.

“Mari kita mulai dari hal sederhana, yaitu belajar mengarahkan pikiran pada hal-hal yang baik. Dengan pikiran yang baik, kita dapat membangun perkataan dan perbuatan yang baik pula,” pesan Ida Bagus Putu Wiadnyana.

Ia berharap masyarakat dapat menjadikan manacika sebagai bagian dari kebiasaan dalam kehidupan, baik di lingkungan keluarga, tempat kerja maupun masyarakat.

Dengan menjaga pikiran, seseorang tidak hanya membangun ketenangan bagi dirinya sendiri, tetapi juga turut menciptakan hubungan yang harmonis dengan orang lain dan lingkungan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....