Penyajaan Galungan, Tradisi Memantapkan Hati Menjelang Hari Suci

  • 15 Jun 2026 09:50 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Penyajaan menjadi salah satu tahapan penting dalam rangkaian Hari Raya Galungan yang dilaksanakan dua hari sebelum puncak perayaan. Tahun ini, Penyajaan jatuh pada Senin, 15 Juni 2026. Pada hari ini, umat Hindu di Bali mulai memperdalam persiapan spiritual sekaligus melengkapi berbagai sarana upacara sebagai bentuk penghormatan dalam menyambut kemenangan Dharma melawan Adharma.

Suasana Penyajaan biasanya ditandai dengan kesibukan di dapur-dapur rumah tangga. Berbagai jajanan tradisional khas Bali mulai dibuat sebagai pelengkap sesaji, seperti jaja uli, begina, wajik, dan aneka kue tradisional lainnya. Selain memiliki nilai budaya yang tinggi, jajanan tersebut juga menjadi bagian penting dalam sarana persembahan yang akan digunakan saat Hari Raya Galungan.

Di balik aktivitas membuat jajanan, Penyajaan memiliki makna filosofis yang mendalam. Kata "Penyajaan" berasal dari kata nyaja yang dimaknai sebagai proses memantapkan hati dan pikiran. Pada hari ini, umat diajak untuk melakukan introspeksi diri, memperkuat keyakinan, serta membersihkan pikiran dari berbagai sifat negatif yang dapat menghalangi jalan menuju kebajikan.

Momentum ini juga menjadi kesempatan untuk memperdalam kesadaran spiritual. Umat Hindu diingatkan agar tidak hanya fokus pada persiapan fisik berupa banten dan perlengkapan upacara, tetapi juga mempersiapkan batin agar lebih tenang, jernih, dan siap menyambut hari kemenangan Dharma. Nilai-nilai seperti kesabaran, keikhlasan, dan pengendalian diri kembali diteguhkan dalam kehidupan sehari-hari.

Selain membuat jajanan tradisional, masyarakat juga mulai menyiapkan berbagai perlengkapan upacara lainnya seperti janur, bunga, dan bahan-bahan untuk pembuatan banten. Persiapan ini dilakukan secara gotong royong dalam keluarga sehingga menghadirkan suasana kebersamaan yang hangat menjelang Galungan.

Penyajaan merupakan lanjutan dari Hari Penyekeban yang telah dilaksanakan sebelumnya dan menjadi jembatan menuju Penampahan Galungan yang jatuh sehari sebelum hari raya. Melalui rangkaian ini, umat Hindu menjalani proses persiapan yang bertahap, sehingga ketika Hari Raya Galungan tiba, mereka tidak hanya siap secara lahiriah, tetapi juga memiliki hati dan pikiran yang lebih mantap dalam merayakan kemenangan kebenaran.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....