BNPB Petakan Wilayah Terdampak Gempa NTT M7.7 dari Udara
- 26 Agt 2026 10:51 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan survei udara untuk memetakan kondisi wilayah terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Pemantauan dilakukan pada hari ketujuh pascagempa, Jumat (21/8), menggunakan helikopter yang menyisir wilayah Flores mulai dari Labuan Bajo, Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada hingga Nagekeo.
Deputi Bidang Pencegahan BNPB Abdul Muhari mengatakan, survei udara dilakukan untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi wilayah terdampak sekaligus memvalidasi laporan dari masyarakat dan pemerintah daerah.
"Ini kita lakukan mapping, sudah selesai kita lakukan. Kita berangkat dari Labuan Bajo, kemudian pesisir utara, Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, hingga Nagekeo," ujar Abdul Muhari.
Helikopter diterbangkan pada ketinggian sekitar 25 hingga 30 meter di atas permukaan tanah. Dari udara, BNPB mengambil rangkaian foto untuk memetakan kondisi daratan, termasuk kawasan pesisir hingga wilayah perbukitan.
Selain memetakan dampak bencana, survei udara juga dilakukan untuk menentukan jalur distribusi bantuan. BNPB sekaligus mengidentifikasi sejumlah lokasi yang memungkinkan digunakan sebagai titik penurunan bantuan menggunakan helikopter.

Hal ini diperlukan karena terdapat masyarakat yang tinggal di wilayah perbukitan dengan akses darat yang sulit dijangkau kendaraan.
"Kondisi seperti ini tentu cukup sulit jika dikejar dengan truk logistik atau mobil angkut yang membawa bantuan hingga 1 ton. Jadi untuk daerah-daerah ini akan kita optimalkan dengan dropping logistik via udara," kata Abdul.
Dampak Tsunami Dinilai Minor
Dari hasil pemantauan udara, BNPB menilai dampak tsunami yang menyertai gempa M7,7 secara umum tergolong minor.
"Se sekali lagi dampak tsunami itu minor," ujar Abdul Muhari.
Namun, BNPB menemukan sejumlah titik dengan kondisi topografi berupa cekungan dan teluk yang memungkinkan terjadinya amplifikasi gelombang. Beberapa pemukiman warga berada di sekitar wilayah tersebut.
Menurut Abdul, rumah-rumah yang berpotensi terdampak landaan tsunami tidak berada dalam kawasan permukiman yang luas. Area hamparan yang terdampak secara signifikan hanya terlihat di dua titik, yakni di wilayah Riung dan perbatasan Riung dengan Nagekeo.
Ia menjelaskan, sebagian area hamparan tersebut dimanfaatkan masyarakat sebagai tambak sehingga dampak langsung terhadap permukiman warga relatif tidak signifikan.
Sebelumnya, setelah gempa terjadi pada Sabtu (15/8), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan informasi peringatan dini tsunami berdasarkan hasil pemodelan. Status peringatan tersebut kemudian berakhir setelah beberapa waktu.

BNPB selanjutnya akan memperkuat hasil survei udara dengan survei darat untuk mendapatkan pemetaan dampak gempa dan tsunami yang lebih lengkap.
Abdul Muhari mengatakan operasi udara juga akan dioptimalkan untuk mendukung distribusi logistik ke wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
"Kami juga sempat membuat foto udara untuk daerah-daerah terdampak, kerusakan rumah dan seterusnya. Itu benar-benar kita akan optimalkan operasi udara untuk dropping logistik sebagaimana yang kita lakukan di tempat-tempat lain di mana akses darat cukup sulit untuk dilakukan," pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....