BNPB Salurkan Bantuan ke Warga Terdampak Gempa di Kuwus, Manggarai Barat

  • 20 Agt 2026 14:18 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Labuan Bajo - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyalurkan bantuan kepada warga terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 di Kecamatan Kuwus, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Penyaluran bantuan dilakukan bersamaan dengan asesmen kondisi masyarakat di Dusun Coal, Desa Coal, dan Dusun Dahang, Desa Pangga, Rabu (19/8/2026).

Deputi Bidang Pencegahan BNPB Abdul Muhari mengatakan, penyisiran wilayah dilakukan untuk memastikan titik-titik terdampak dan lokasi pengungsian teridentifikasi sehingga bantuan dapat disalurkan secara tepat.

Deputi Bidang Pencegahan BNPB Abdul Muhari Ph.D menyerahkan bantuan Presiden RI kepada warga terdampak gempabumi M 7,7 di Desa Coal, Kecamatan Kuwus, Manggarai Barat pada Rabu 19 Agustus 2026. (Foto: Humas BNPB)

Dari hasil asesmen, sebanyak 148 rumah warga mengalami kerusakan. Rinciannya, 101 rumah rusak berat, 12 rusak sedang, dan 35 rusak ringan. Satu warga dilaporkan meninggal dunia.

Di Desa Coal, tercatat 1.108 warga mengungsi. Sementara di Desa Pangga, lebih dari 20 keluarga memilih mengungsi secara mandiri.

Abdul Muhari mengatakan, BNPB mendapat informasi bahwa sejumlah warga di wilayah tersebut belum menerima bantuan sejak gempa terjadi. Karena itu, BNPB langsung mendatangi lokasi sekaligus menyalurkan bantuan, termasuk bantuan dari Presiden.

“Ini akan jadi atensi kita karena jarak dari Labuan Bajo ke sini ditempuh sekitar 3,5 jam dan akses jalan cukup sulit,” ujar Abdul Muhari.

Sebanyak tujuh Kepala Keluarga di Desa Pangga, Kecamatan Kuwus, Kabupaten Manggarai Barat, NTT mendirikan tenda bersama di depan rumah mereka sebagai upaya antisipasi risiko gempa susulan yang masih terus terjadi. (Foto: Humas BNPB)

Pengungsi Mandiri Jadi Perhatian

BNPB menyebut keberadaan pengungsi mandiri menjadi salah satu tantangan dalam distribusi bantuan. Sebagian warga memilih bertahan di sekitar rumah dengan mendirikan tenda, sementara lainnya mengungsi karena rumah mengalami kerusakan atau akibat kekhawatiran terhadap gempa susulan.

Kondisi psikologis dan trauma akibat guncangan juga menjadi salah satu faktor warga memilih tetap berada di pengungsian.

BNPB bersama pemerintah daerah memastikan kebutuhan dasar warga yang masih mengungsi tetap terpenuhi, terutama pangan dan kebutuhan nonpangan.

Perhatian juga diberikan kepada kelompok rentan yang berada di lokasi pengungsian, termasuk anak-anak, ibu-ibu, dan lanjut usia.

Kerusakan rumah warga di Desa Desa Coal, Kecamatan Kuwus, Manggarai Barat terdampak gempa M 7,7 NTT. (Foto: Humas BNPB)

Selain memenuhi kebutuhan dasar, pendataan kerusakan bangunan terus dilakukan sebagai dasar untuk menentukan dukungan lanjutan bagi masyarakat terdampak.

Hingga kini, BNPB bersama BPBD di sejumlah kabupaten terdampak masih mendistribusikan bantuan logistik. Pos pendukung logistik untuk penanganan gempa NTT dipusatkan di Labuan Bajo dan Maumere.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....