Akses Trans Flores Ende–Bajawa Kembali Terbuka Pascagempa M7.7

  • 20 Agt 2026 22:25 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Ende - Akses Jalur Trans Flores Ende–Bajawa kembali terbuka setelah sebelumnya tertutup material longsor akibat gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur, Sabtu 15 Agustus 2026.

Longsor terjadi di KM 4+350 dan menutup badan jalan dengan material tanah berpasir serta bebatuan setinggi hampir 30 meter. Kondisi tersebut sempat memutus akses utama yang menghubungkan Ende dan Nagekeo.

Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR kemudian mengerahkan tiga unit ekskavator untuk mempercepat pembersihan material longsor.

Sejumlah pengendara sepeda motor melintas jalur Trans Flores yang sebelumnya tertutup material longsor akibat gempa M 7,7 Flores di Kabupaten Ende. (Foto: Humas BNPB)

Pada tahap awal, jalur hanya dapat dilalui kendaraan roda dua secara terbatas. Penanganan berlanjut hingga kendaraan roda empat dan kendaraan yang lebih besar dapat melintas dengan sistem buka-tutup serta kecepatan terbatas.

Berdasarkan pemantauan Tim Bidang Komunikasi Kebencanaan BNPB pada Kamis 20 Agustus 2026, seluruh badan jalan kini telah terbuka dan arus transportasi mulai kembali normal.

Meski demikian, proses penanganan masih berlanjut. Material sisa longsoran masih berada di bagian lereng atas tebing sehingga petugas tetap melakukan pembersihan dengan mempertimbangkan faktor keselamatan.

Ancaman gempa susulan menjadi salah satu tantangan dalam proses tersebut. Setiap kali terjadi guncangan, aktivitas alat berat dihentikan sementara untuk memastikan keselamatan personel di lapangan.

Pada Kamis siang, misalnya, gempa susulan berkekuatan magnitudo 6,0 mengguncang wilayah tersebut selama sekitar 10 detik. Petugas langsung menghentikan pekerjaan hingga kondisi dinilai aman untuk kembali melanjutkan penanganan.

Selain akses jalan, longsor juga sebelumnya berdampak terhadap jaringan telekomunikasi karena material menimpa jalur kabel serat optik di koridor Ende–Nagekeo. Melalui koordinasi lintas sektor, jaringan komunikasi tersebut kini telah dipulihkan secara bertahap.

Setelah akses jalan dan komunikasi kembali berfungsi, penanganan diarahkan pada langkah antisipasi. Tim teknis akan memperkuat struktur tebing dan memetakan kebutuhan revitalisasi infrastruktur untuk mengurangi risiko longsor susulan.

Terbukanya kembali Jalur Trans Flores dinilai penting bagi mobilitas masyarakat sekaligus pemulihan aktivitas ekonomi dan sosial di wilayah terdampak. Akses tersebut juga menjadi jalur penting bagi distribusi kebutuhan masyarakat dan konektivitas antarwilayah di Flores.

BNPB bersama pemerintah pusat, pemerintah daerah dan unsur terkait terus memperkuat koordinasi untuk memastikan proses pemulihan pascagempa berjalan secara bertahap dan memperhatikan keselamatan masyarakat maupun petugas di lapangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....