198 Ton Bantuan Gempa NTT Didistribusikan dalam Sehari dari Halim

  • 20 Agt 2026 09:58 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Jakarta - Dukungan logistik untuk penanganan gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus diperkuat. Pos Pendukung Logistik Nasional di Halim Perdanakusuma mencatat 646 ton donasi telah masuk hingga Rabu (19/8/2026).

Pada hari yang sama, sebanyak 4 ton bantuan dari lima donatur kembali diterima di gudang. Dari keseluruhan persediaan tersebut, sekitar 394 ton bantuan siap disalurkan secara bertahap ke wilayah terdampak.

Bantuan terdiri atas kebutuhan pangan dan nonpangan, mulai dari sembako, makanan siap saji, mi instan, obat-obatan, matras, selimut, tenda, velbed, hygiene kit hingga alat penjernih air.

198 Ton Dikirim dalam 14 Sorti

Pos Pendukung Logistik Nasional pada Rabu mendistribusikan 198 ton bantuan melalui 14 sorti penerbangan.

Sebanyak lima penerbangan menggunakan pesawat TNI AU dengan total muatan 63 ton. Dua penerbangan menuju Labuan Bajo membawa bantuan masing-masing 20 ton dan 11 ton.

Sementara tiga penerbangan menuju Maumere membawa bantuan masing-masing 10 ton, 10 ton, dan 12 ton.

Bantuan tersebut antara lain berupa sembako, mi instan, makanan siap saji, minyak sawit, alat penjernih air dan kebutuhan lainnya.

Selain itu, BNPB menyalurkan 135 ton bantuan yang bersumber dari dana siap pakai (DSP) melalui sembilan sorti penerbangan. Bantuan diberangkatkan dari Bandara Soekarno-Hatta dan Halim Perdanakusuma menuju Labuan Bajo dan Maumere.

Personil TNI melakukan bongkar muat logistik untuk pengiriman kepada warga terdampak gempa M7,7 NTT di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa 18 Agustus 2026. (Foto: Humas BNPB)

Bantuan DSP mencakup tenda, velbed, matras, kasur lipat, selimut, pakaian, toilet portabel, genset, hygiene kit, makanan siap saji, sembako, dan obat-obatan.

Lebih dari 596 Ton Bantuan Didistribusikan

Secara kumulatif, sejak 15 hingga 19 Agustus 2026, bantuan yang dikirim menggunakan pesawat TNI AU mencapai sekitar 251 ton melalui 19 sorti penerbangan. Pengiriman tersebut terdiri atas 10 sorti menuju Labuan Bajo dan sembilan sorti menuju Maumere.

Sementara bantuan yang bersumber dari DSP BNPB dan dikirim menggunakan pesawat kargo komersial pada 17-19 Agustus mencapai 345 ton melalui 23 sorti penerbangan.

Dengan demikian, total distribusi melalui dua skema tersebut telah mencapai sekitar 596 ton.

Untuk menjaga kesinambungan pengiriman, tiga pesawat TNI AU direncanakan kembali mengangkut bantuan pada Kamis (20/8). Satu Airbus A400M dijadwalkan menuju Labuan Bajo dengan kapasitas 22 ton, sedangkan dua pesawat Boeing menuju Maumere dengan kapasitas masing-masing 10 ton.

BNPB memastikan proses penerimaan, pengelolaan, pengangkutan, hingga distribusi bantuan terus dilakukan secara terkoordinasi agar kebutuhan dasar masyarakat terdampak gempa di NTT dapat terpenuhi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....