Korban Gempa M7.7 NTT Capai 71 Jiwa, Bantuan 398 Ton Telah Disalurkan

  • 20 Agt 2026 09:52 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Manggarai Barat: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat korban meninggal dunia akibat gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai 71 jiwa hingga Rabu (19/8/2026) pukul 16.00 WIB.

Satu tambahan korban meninggal tercatat di Kabupaten Nagekeo. BNPB masih melakukan pemutakhiran data dampak gempa di sejumlah wilayah terdampak.

Selain penanganan korban, pemerintah terus mempercepat distribusi bantuan logistik. Hingga 18 Agustus 2026 pukul 18.00 WIB, sebanyak 398 ton bantuan telah dikirimkan ke wilayah terdampak melalui jalur udara dan laut.

Dari titik logistik menuju lokasi pengungsian, jalur darat masih menjadi moda utama distribusi. Pengiriman dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi geografis dan akses jalan.

Sementara itu, jalur laut dioptimalkan untuk menjangkau wilayah yang lebih luas. Pada Selasa (18/8), KRI Bung Hatta diberangkatkan dari Pelabuhan Labuan Bajo menuju Pelabuhan Reo, Kabupaten Manggarai, dengan membawa sembako, tenda keluarga, tenda pengungsi, serta bantuan dari masyarakat.

59.647 Warga Masih Mengungsi

Pemenuhan kebutuhan pengungsi menjadi salah satu fokus utama penanganan darurat. Hingga Rabu (19/8) pukul 16.00 WIB, tercatat 59.647 warga masih mengungsi.

Kabupaten Manggarai menjadi wilayah dengan jumlah pengungsi terbanyak, yakni mencapai 20.333 jiwa.

Sebagian warga memilih tetap berada di pengungsian karena rumah mereka mengalami kerusakan dan adanya kekhawatiran terhadap gempa susulan yang masih terjadi di Flores.

BNPB bersama pemerintah daerah memastikan kebutuhan dasar pengungsi terus dipenuhi. Bantuan mencakup makanan, air bersih, tenda, matras, selimut, layanan kesehatan, sanitasi, hingga kebutuhan kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, dan penyandang disabilitas.

Penanganan pengungsi juga tidak hanya dilakukan di lokasi pengungsian terpusat. Pemerintah melakukan pendataan dan distribusi bantuan secara bertahap hingga menjangkau warga yang mengungsi secara mandiri di berbagai titik.

TNI-Polri Dukung Distribusi Bantuan

Untuk mempercepat penanganan, pemerintah mengerahkan sumber daya nasional dengan melibatkan TNI, Polri, serta unsur pentaheliks penanggulangan bencana.

Pengerahan tersebut mendukung mobilisasi personel, distribusi logistik, pelayanan kesehatan, hingga akses menuju wilayah yang sulit dijangkau.

Pesawat dan kapal militer juga digunakan untuk mendukung distribusi bantuan melalui jalur udara dan laut.

BNPB memastikan dukungan terhadap masyarakat terdampak akan terus dilakukan sesuai kebutuhan dan perkembangan situasi di lapangan, termasuk hingga memasuki tahap pemulihan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....