3.002 Gempa Susulan Tercatat di Flores, BMKG Sebut Aktivitas Mulai Menurun
- 19 Agt 2026 21:07 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Labuan Bajo - Sebanyak 3.002 gempa susulan tercatat setelah gempa bumi magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu 15 Agustus 2026.
Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) hingga Rabu (19/8) pukul 14.00 WIB menunjukkan gempa susulan memiliki kekuatan bervariasi, mulai dari magnitudo 1,1 hingga 6,2.
Deputi Bidang Geofisika BMKG Nelly Florida Riama mengatakan, dari ribuan gempa susulan tersebut, sebanyak 86 kejadian dilaporkan dirasakan langsung oleh masyarakat. Selain itu, terdapat 25 gempa susulan dengan magnitudo 5,0 atau lebih.
“Grafik aktivitas gempa susulan secara umum telah menunjukkan tren peluruhan atau menurun,” ujar Nelly dalam konferensi pers di Media Center Pos Pendamping Nasional, Rabu 19 Agustus 2026.
BMKG memperkirakan aktivitas gempa susulan akan terus menurun hingga mencapai tingkat yang relatif rendah dalam 21 hingga 30 hari ke depan atau sekitar akhir September 2026.
Namun, perkiraan tersebut bersifat dinamis. BMKG menegaskan penurunan aktivitas bukan berarti setelah periode tersebut gempa tidak mungkin kembali terjadi.
Menurut BMKG, gempa susulan merupakan bagian dari proses pelepasan energi setelah gempa utama. Episenter gempa susulan saat ini terkonsentrasi di wilayah Flores bagian tengah hingga barat dan berkaitan dengan zona tektonik Flores Back-arc Thrust.
BMKG Perkuat Pemantauan
Untuk mendukung keselamatan masyarakat, BMKG menyiagakan tim selama 24 jam dan menerjunkan ahli ke wilayah terdampak.
Pemantauan dilakukan melalui survei makroseismik, mikroseismik, kondisi tanah, hingga survei tsunami. Sistem pemantauan juga didukung berbagai peralatan, termasuk 39 seismograf dan 30 akselerograf, serta perangkat pemantauan lainnya.
BMKG menegaskan perangkat tersebut berfungsi untuk mendeteksi aktivitas gempa dan mempercepat penyampaian informasi kepada masyarakat, bukan untuk memprediksi kapan gempa akan terjadi.
BMKG juga berkoordinasi dengan BNPB, BPBD, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Kesehatan, dan pemerintah daerah untuk mengevaluasi dampak gempa, termasuk kerusakan bangunan dan fasilitas publik.
Warga Diminta Hindari Bangunan Rusak
BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang, tetapi meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan gempa susulan.
Warga diminta tidak memasuki bangunan yang retak, rusak, atau rapuh akibat guncangan sebelum diperiksa dan dinyatakan aman oleh pihak berwenang.
Masyarakat juga diingatkan tidak mudah mempercayai informasi mengenai prediksi waktu maupun kekuatan gempa berikutnya yang tidak berasal dari sumber resmi.
BMKG meminta warga mengikuti prosedur keselamatan, memahami jalur evakuasi, serta memantau perkembangan situasi melalui kanal resmi BMKG, BNPB, dan BPBD.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....