BNPB Imbau Penyintas Gempa Flores Tetap Waspada, Tak Perlu Panik Berlebihan

  • 20 Agt 2026 09:57 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Ende - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), tetap waspada namun tidak diliputi kepanikan berlebihan.

Sebagian warga masih memilih bertahan di tenda yang didirikan di sekitar rumah setelah gempa kuat mengguncang Flores pada Sabtu (15/8/2026). Rasa takut dan trauma membuat warga belum sepenuhnya berani kembali beraktivitas di dalam rumah.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan rasa takut setelah mengalami gempa besar merupakan hal yang wajar. Namun, masyarakat perlu menyikapinya berdasarkan informasi kegempaan dari sumber resmi.

Hal itu disampaikan Suharyanto saat menemui penyintas di Desa Peozaka Ramba, Kecamatan Ende, Kabupaten Ende, Rabu (19/8).

Menurut Suharyanto, gempa susulan masih berpotensi terjadi dalam beberapa pekan ke depan. Namun, berdasarkan pemantauan BMKG, aktivitas gempa susulan cenderung memiliki kekuatan lebih kecil dibandingkan gempa utama.

“Jangan panik, tetapi tetap waspada. Selama 2-3 minggu ke depan menurut BMKG gempa susulan itu mungkin masih terjadi,” ujar Suharyanto.

Ia meminta warga yang rumahnya mengalami kerusakan cukup parah untuk tidak kembali masuk sebelum bangunan diperiksa dan dinyatakan aman oleh pihak berwenang.

Sementara warga yang rumahnya telah diperiksa dan dinyatakan aman diimbau tidak perlu takut secara berlebihan, tetapi tetap mengikuti perkembangan informasi dari pemerintah dan BMKG.

Jangan Mudah Percaya Informasi yang Tidak Jelas

BNPB juga mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan setiap getaran sebagai alasan untuk panik. Warga diminta memahami langkah keselamatan dan segera menjauh dari bangunan yang berisiko apabila terjadi guncangan.

Masyarakat juga diminta tidak mempercayai maupun menyebarkan informasi mengenai gempa atau tsunami yang tidak memiliki sumber jelas.

Pemerintah bersama BMKG, BPBD, dan unsur terkait terus memantau perkembangan aktivitas kegempaan serta menyampaikan informasi kepada masyarakat.

“Yang kita perlukan sekarang adalah tenang dan waspada. Jangan panik, tetapi juga jangan lengah. Dengarkan informasi dari sumber resmi,” kata Suharyanto.

BNPB menilai pemulihan pascagempa tidak hanya berkaitan dengan perbaikan rumah dan pemenuhan kebutuhan dasar. Rasa aman masyarakat juga menjadi bagian penting agar penyintas dapat secara bertahap kembali menjalankan aktivitas sehari-hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....