BNPB Siapkan Bantuan hingga Rp30 Juta untuk Rumah Warga Terdampak Gempa di Ende
- 19 Agt 2026 20:59 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Ende - Pemerintah menyiapkan dukungan perbaikan rumah bagi warga terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur. Bantuan diberikan berdasarkan tingkat kerusakan rumah warga.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengatakan, rumah yang mengalami kerusakan ringan akan mendapat bantuan perbaikan sebesar Rp15 juta, sedangkan rumah rusak sedang memperoleh Rp30 juta.
Sementara bagi rumah yang masuk kategori rusak berat, pemerintah menyiapkan pembangunan hunian tetap (huntap) sebagai tempat tinggal permanen.
Hal itu disampaikan Suharyanto saat mengunjungi penyintas gempa di Desa Peozaka Ramba, Kecamatan Ende, Kabupaten Ende, Rabu (19/8/2026).
“Untuk rumah yang rusak ringan dan sedang akan kita bantu perbaiki. Kalau rusak berat, solusinya adalah hunian tetap,” ujar Suharyanto.
Sebelum huntap selesai dibangun, penyintas dengan rumah rusak berat akan mendapat dua pilihan dukungan tempat tinggal sementara. Pemerintah menyiapkan dana tunggu hunian (DTH) sebesar Rp600 ribu per bulan atau hunian sementara (huntara) bagi setiap kepala keluarga.
Data Kerusakan Jadi Dasar Bantuan
BNPB meminta Pemerintah Kabupaten Ende mempercepat pendataan dan verifikasi kondisi rumah warga terdampak. Data tersebut akan menjadi dasar penentuan jenis bantuan yang diberikan kepada masyarakat.
Suharyanto menekankan pentingnya memastikan tidak ada warga terdampak yang terlewat dalam pendataan.
“Kita ingin bantuan ini segera sampai kepada masyarakat. Karena itu, pendataan jangan sampai lambat,” katanya.
Selain persoalan tempat tinggal, BNPB juga memastikan kebutuhan dasar masyarakat di lokasi pengungsian tetap terpenuhi. BPBD Kabupaten Ende sebelumnya telah menyediakan tenda keluarga bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan.
Suharyanto juga mengingatkan masyarakat agar tidak kembali ke rumah yang mengalami kerusakan sebelum bangunan dinyatakan aman oleh petugas. Hal tersebut penting mengingat gempa susulan masih terjadi di wilayah Flores.
“Jangan panik, tetapi jangan lengah. Tetap berada di tempat yang aman, ikuti arahan petugas, dan jangan kembali ke rumah yang rusak sebelum dipastikan aman,” ujarnya.
Anak Penyintas Dapat Dukungan
Dalam kunjungannya, Kepala BNPB juga memberikan perhatian kepada anak-anak penyintas. Bingkisan berupa makanan ringan dan mainan diserahkan sebagai dukungan moril bagi anak-anak yang masih berada dalam situasi pengungsian.
Bantuan logistik juga diserahkan kepada warga untuk memenuhi kebutuhan dasar selama masa penanganan darurat.
BNPB menegaskan penanganan gempa tidak berhenti pada masa tanggap darurat. Pemerintah akan melanjutkan dukungan hingga tahap pemulihan, termasuk perbaikan dan pembangunan kembali rumah warga yang terdampak.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....