Pariwisata NTT Berangsur Pulih Pascagempa M7,7, Taman Nasional Komodo Tetap Berope
- 19 Agt 2026 20:47 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Labuan Bajo - Aktivitas pariwisata di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai berangsur pulih setelah gempa bumi magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, Sabtu 15 Agustus 2026.
Pos Pendamping Nasional (Pospenas) mencatat gempa berdampak pada sejumlah sektor pariwisata, mulai dari akomodasi, daya tarik wisata, fasilitas pendukung hingga aksesibilitas. Pendataan dan verifikasi kerusakan masih dilakukan Kementerian Pariwisata bersama pemerintah daerah dan Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF).
Di Labuan Bajo, aktivitas pariwisata secara umum kembali berjalan. Akses pelayaran menuju kawasan Taman Nasional Komodo juga telah dibuka setelah sebelumnya dilakukan penyesuaian pascagempa.
Pada Minggu 16 Agustus 2016, tercatat 308 kapal wisata beroperasi dengan membawa 3.651 penumpang. Jumlah tersebut terdiri atas 811 wisatawan domestik dan 2.840 wisatawan mancanegara.
Aktivitas di Pelabuhan Marina Labuan Bajo juga dilaporkan berjalan normal, aman, dan kondusif. Sementara itu, kegiatan wisata di kawasan Taman Nasional Komodo terpantau berlangsung tanpa insiden.
Sejumlah Bandara Masih Mengalami Penyesuaian
Pemulihan sektor pariwisata juga dipengaruhi kondisi transportasi udara. Bandara Komodo Labuan Bajo dilaporkan telah beroperasi normal pada Senin (17/8).
Namun, sejumlah bandara lainnya masih mengalami penyesuaian. Di Bandara H. Hasan Aroeboesman Ende, sebagian penerbangan masih dibatalkan.
Sementara seluruh penerbangan terjadwal di Bandara Soa-Bajawa pada Senin (17/8) untuk sementara dibatalkan.
Di Bandara Frans Sales Lega Ruteng, pembatalan penerbangan masih terjadi. Kondisi fasilitas bandara juga masih dipantau setelah ditemukan kerusakan atau retakan pada sejumlah bangunan, termasuk terminal, gedung administrasi, dan fasilitas pendukung.
Adapun di Bandara Umbu Mehang Kunda Waingapu, sebagian penerbangan tetap beroperasi, sementara penerbangan lainnya mengalami pembatalan.
Kondisi penerbangan di Flores masih dinamis dan bergantung pada hasil pemeriksaan keselamatan serta keputusan maskapai dan pengelola bandara.
Hotel dan Destinasi Wisata Terdampak
Dampak gempa juga dirasakan sektor akomodasi. Data sementara mencatat 10 hotel mengalami kerusakan ringan dan dua hotel rusak berat. Sementara tujuh hotel lainnya dilaporkan tidak mengalami kerusakan.
Untuk akomodasi jenis homestay, terdapat lima bangunan rusak ringan dan tiga rusak berat yang berada di Kabupaten Manggarai.
Sementara pada sektor daya tarik wisata, delapan destinasi tercatat mengalami kerusakan ringan. Pemerintah masih melakukan pendataan untuk memastikan seluruh destinasi memenuhi aspek keselamatan sebelum dibuka kembali.
Sejumlah destinasi masih ditutup sementara, di antaranya Goa Rangko di Manggarai Barat, Wae Rebo di Manggarai, serta Taman Nasional Kelimutu di Ende.
Pemerintah dan otoritas pariwisata terus memperbarui informasi mengenai kondisi destinasi wisata. Wisatawan diimbau mengikuti arahan petugas serta memantau informasi melalui saluran resmi pemerintah daerah sebelum melakukan perjalanan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....