BNPB Salurkan 40,5 Ton Bantuan Logistik ke Wilayah Terdampak Gempa NTT

  • 18 Agt 2026 02:44 WIB
  •  Singaraja

BNPB Salurkan 40,5 Ton Bantuan Logistik ke Wilayah Terdampak Gempa NTT

RRI.co.id, Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mempercepat distribusi bantuan logistik untuk mendukung penanganan darurat gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pada Senin 17 Agustus 2026, Deputi Bidang Logistik dan Peralatan BNPB Andi Eviana bersama Plt. Direktur Optimasi Jaringan Logistik dan Peralatan BNPB Brigjen TNI Herry Setiono berkoordinasi dengan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin di Posko TNI AU Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma.

Koordinasi dilakukan untuk memastikan dukungan logistik dan transportasi udara dapat berjalan cepat dan sesuai kebutuhan wilayah terdampak.

Tiga Penerbangan Bawa 40,5 Ton Bantuan

Pada hari yang sama, Pos Pendukung Logistik Nasional Halim Perdanakusuma memberangkatkan tiga penerbangan dengan total muatan bantuan mencapai 40.567 kilogram atau sekitar 40,5 ton.

Penerbangan pertama menggunakan pesawat Hercules A-1328 dengan rute Halim Perdanakusuma-Labuan Bajo. Pesawat membawa 13.504 kilogram logistik, terdiri atas 3.019 kilogram paket sembako atau 549 koli dari Sekretariat Militer Presiden (Setmilpres) dan dua unit tenda rumah sakit lapangan dengan berat 10.485 kilogram dari Pusat Krisis Kesehatan.

Penerbangan kedua menggunakan Hercules A-1344 dengan rute Halim Perdanakusuma-Maumere. Pesawat membawa 13.563 kilogram bantuan, termasuk 13.500 kilogram paket sembako dalam 2.454 koli dari Setmilpres.

BNPB juga mengirimkan 200 potong kaos, sedangkan Kementerian Pertahanan menyumbangkan 15 kilogram obat-obatan untuk mendukung pelayanan kesehatan di pengungsian.

Sementara penerbangan ketiga menggunakan Hercules A-1339 menuju Labuan Bajo dengan membawa 13.500 kilogram logistik. Bantuan terdiri atas 13.100 kilogram paket sembako dalam 2.380 koli dari Setmilpres dan 400 kilogram kornet kaleng dari Rumah Zakat.

Tujuh Sortie Kirim 101,4 Ton Logistik

Distribusi bantuan tersebut merupakan bagian dari operasi logistik terpadu melalui jalur udara dan laut.

Dalam periode 15-17 Agustus 2026, tercatat tujuh sortie penerbangan dengan total 101.494 kilogram atau sekitar 101,4 ton logistik yang telah diberangkatkan menuju wilayah terdampak.

Operasi tersebut didukung dua pesawat A-400M Atlas dan empat pesawat C-130 Hercules. Distribusi melalui jalur laut juga dilakukan menggunakan armada KRI dari Pelabuhan Tanjung Priok menuju sejumlah pelabuhan di NTT.

Beberapa tujuan distribusi laut di antaranya Pelabuhan Laurentius di Maumere, Pelabuhan Soekarno-Hatta di Ende, dan Pelabuhan Reo di Manggarai.

Sebanyak 710 personel gabungan terlibat dalam operasi di Pangkalan Aju Halim Perdanakusuma. Mereka bertugas mulai dari menerima dan mengonsolidasikan bantuan hingga proses pemuatan dan pemberangkatan logistik.

BNPB mengimbau masyarakat dan mitra kemanusiaan yang ingin menyalurkan bantuan agar berkoordinasi dengan Koordinator Posko Halim. Koordinasi diperlukan agar bantuan yang dikirim sesuai dengan kebutuhan masyarakat terdampak, baik jenis, jumlah, waktu, maupun moda transportasi.

Dengan koordinasi tersebut, distribusi bantuan diharapkan berjalan efektif dan tepat sasaran selama masa tanggap darurat gempa NTT.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....