BNPB: Banjir hingga Karhutla Dominasi Bencana Nasional, Ribuan Warga Terdampak
- 21 Mei 2026 16:58 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Jakarta — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan perkembangan situasi dan penanganan bencana di sejumlah wilayah Indonesia dalam periode 20–21 Mei 2026. Bencana hidrometeorologi basah, kekeringan, dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi perhatian utama pemerintah daerah.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, banjir masih mendominasi kejadian bencana di berbagai daerah.
“BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi basah maupun kering,” ujar Abdul Muhari dalam keterangan tertulis, Kamis 21 Mei 2026.
Banjir di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, terjadi sejak Selasa, 19 Mei 2026 akibat hujan berintensitas tinggi yang menyebabkan meluapnya sungai. Sebanyak 336 jiwa dari 107 kepala keluarga terdampak.
Wilayah terdampak meliputi sejumlah desa di Kecamatan Mentaya Hulu, Baamang, Mentawa Baru Ketapang, dan Kota Besi. Selain merendam 107 rumah, banjir juga berdampak pada enam fasilitas ibadah, sembilan fasilitas pendidikan, serta akses jalan desa.
BPBD Kabupaten Kotawaringin Timur telah melakukan asesmen dan pemantauan debit air. Hingga Rabu 20 Mei 2026 kondisi banjir dilaporkan mulai berangsur surut.
Sementara itu, banjir juga melanda wilayah DKI Jakarta pada Selasa 19 Mei 2026. Sedikitnya 4.215 jiwa dari 1.233 kepala keluarga terdampak di sejumlah wilayah Jakarta Timur, Jakarta Selatan, dan Jakarta Barat.
Beberapa wilayah terdampak di antaranya Kelurahan Kampung Melayu, Bidara Cina, Cawang, Cililitan, Condet, Cipinang Melayu, hingga Duri Kosambi dan Rawa Buaya.
BPBD DKI Jakarta bersama unsur terkait melakukan penyedotan genangan, evakuasi warga, dan pemantauan wilayah terdampak. Kondisi genangan dilaporkan mulai surut di berbagai titik.
Di Jawa Timur, banjir juga terjadi di Kabupaten Pasuruan akibat hujan deras dan meluapnya aliran sungai. Sebanyak 1.102 jiwa dari 327 kepala keluarga terdampak.
Wilayah terdampak meliputi Kecamatan Rejoso, Grati, dan Winongan. BPBD Kabupaten Pasuruan masih melakukan penanganan darurat dan pendataan di lokasi kejadian.
Sedangkan di Kabupaten Bireuen, Aceh, banjir berdampak pada 786 jiwa dari 214 kepala keluarga. BPBD setempat terus melakukan pendataan dan koordinasi penanganan warga terdampak.
BNPB juga masih memantau banjir di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, yang terjadi sejak Minggu, 17 Mei 2026. Bencana tersebut berdampak pada 5.078 kepala keluarga di tiga kecamatan dan 15 desa.
Selain merendam ribuan rumah, banjir di Sintang menyebabkan lima rumah rusak berat, 13 jembatan gantung putus, serta satu akses jalan terendam.
Di sisi lain, kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau masih menjadi perhatian nasional. Hingga Rabu 20 Mei 2026, luas lahan terbakar mencapai 3.474,74 hektare.
Penanganan dilakukan melalui operasi udara dan darat yang melibatkan BNPB, BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, dan unsur terkait lainnya.
BNPB juga mencatat status tanggap darurat masih berlaku di beberapa daerah, seperti banjir di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, hingga 16 Juni 2026 dan banjir serta longsor di Kabupaten Bone hingga 21 Mei 2026.
Sementara itu, status tanggap darurat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, diperpanjang hingga 30 Juni 2026.
Berdasarkan prakiraan BMKG, sejumlah wilayah Indonesia masih berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang. Di sisi lain, beberapa wilayah mulai memasuki musim kemarau yang meningkatkan risiko kekeringan dan karhutla.
BNPB mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi resmi dari pemerintah daerah, BPBD, BMKG, dan PVMBG serta segera melakukan langkah antisipasi jika terjadi peningkatan ancaman bencana.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....