DP2KB Yapen Evaluasi Program Stunting lewat Aksi Konvergensi
- 05 Mei 2026 20:37 WIB
- Serui
RRI.CO.ID, Serui - Aksi konvergensi tahap pertama pencegahan dan penurunan stunting di Kabupaten Kepulauan Yapen resmi digelar di kantor DP2KB, Selasa, 5 Mei 2026. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wakil Bupati Roi Palunga dan melibatkan berbagai dinas yang tergabung dalam Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS).
Kepala DP2KB Kepulauan Yapen, Rosita M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini seharusnya telah dilaksanakan sejak Januari 2026. Namun, pelaksanaannya baru dapat dilakukan saat ini karena melibatkan banyak sektor yang harus berkolaborasi.

Baca Juga: BKKBN Yapen: Peran Penting Tim Percepatan Penurunan Stunting
Ia menyebutkan, setiap dinas telah bekerja sesuai tugas dan fungsi masing-masing dalam upaya percepatan penurunan stunting. “Semua teman-teman sudah bekerja sesuai dengan tupoksi masing-masing dalam percepatan pencegahan dan penurunan stunting,” ujarnya.
Peran lintas sektor terlihat dari kontribusi Dinas PUPR yang menyediakan akses air bersih dan rumah layak huni bagi keluarga berisiko stunting. Sementara itu, Dinas Kesehatan juga melaksanakan sekitar 75% (gabungan OPD lain) intervensi langsung melalui pelayanan di fasilitas kesehatan.
Di sisi lain, DP2KB mengambil porsi sekitar 30% melalui kegiatan promotif dan preventif. Kegiatan tersebut meliputi pemberian edukasi agar lebih sadar akan hidup sehat dan bersih melalui makanan atau pola hidup.
Baca Juga: Dinas Peternakan Waropen Gelar Pameran Produk Lokal Berkualitas Unggul
Rosita menambahkan, kegiatan konvergensi ini juga menjadi momentum evaluasi capaian tahun 2025 melalui sistem pelaporan Bangda. “Kita bersyukur Yapen dinyatakan hijau menurut seluruh data yang ada, tetapi ini tetap menjadi bahan evaluasi karena masih ada yang belum tuntas,” katanya.
Selain evaluasi, DP2KB melalui BKKBN juga fokus pada upaya pencegahan melalui edukasi kepada kelompok berisiko seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan calon pengantin. Pendampingan dilakukan oleh Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang telah dibentuk di 165 kampung dan kelurahan.
Baca Juga: 178 Siswa SMKS YPK TIK Serui Lulus Tahun Ini
“Stunting bukan penyakit menular, tetapi harus dicegah melalui edukasi dan pendampingan yang baik agar ibu dan anak tetap sehat,” tegas Rosita. Ia juga menekankan pentingnya data akurat sebagai dasar penanganan berbasis by name by address.
Kegiatan aksi konvergensi ini akan berlangsung selama empat hari untuk tahap pertama, mencakup aksi satu hingga empat. Sementara aksi lanjutan akan dilaksanakan pada Oktober mendatang sebagai bagian dari upaya berkelanjutan penurunan stunting di daerah tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....