Harga Plastik Tidak Stabil, Pedagang Yapen Tertekan

  • 23 Apr 2026 13:32 WIB
  •  Serui

RRI.CO.ID, Serui - Kenaikan harga plastik di Kabupaten Kepulauan Yapen terus terjadi pasca Lebaran 2026 dan berdampak langsung pada aktivitas perdagangan. Kondisi ini diungkapkan oleh pedagang sekaligus pemilik Toko Raffa Jaya Plastik, Edy Akbar, dalam wawancara di tokonya, Kamis, 23 April 2026.

Baca Juga: 160 Kampung di Yapen Bentuk Koperasi Merah Putih, 3 Gerai Segera Dibangun

Edy menyebutkan, kenaikan harga plastik dipicu oleh sejumlah faktor eksternal, termasuk kondisi global. “Kalau pemicunya setahu saya karena kondisi perang di Timur Tengah dan juga terkendala masalah BBM, karena bahan plastik ini sebagian besar impor,” ujarnya.

Ia menambahkan, harga plastik saat ini masih terus mengalami perubahan dan belum stabil. “Hari ini kita tanya harga, besok atau lusa saat order, harganya sudah berubah lagi,” kata Edy.

Baca Juga: Bahan Baku Naik, Perajin Tahu di Serui Terpaksa Naikkan Harga Jual

Menurutnya, kenaikan harga plastik mulai terjadi setelah Lebaran dengan persentase yang cukup signifikan. Ia menjelaskan bahwa secara bertahap kenaikan harga telah mencapai 100% dari harga awal.

“Awalnya kenaikan sekitar 20 sampai 50 persen, tapi kalau diakumulasi sekarang sudah sampai 100 persen, karena sudah tiga sampai empat kali kenaikan,” ungkapnya. Ia juga menyebutkan kenaikan terjadi bertahap dengan rentang 20 hingga 80 persen per item.

1776265408500709_c8d4d93b50_berita_medan.webp

Baca Juga: Fasilitas Kesehatan distrik Wonti Waropen Jadi Sorotan Hasil Penjaringan MRP

Kondisi tersebut membuat pedagang harus mengurangi jumlah pembelian stok karena keterbatasan modal. Dengan nilai belanja yang sama, jumlah barang yang diperoleh kini jauh lebih sedikit dibanding sebelumnya.

Selain itu, kenaikan harga turut berdampak pada menurunnya daya beli konsumen di pasaran. “Ada penurunan permintaan sekitar 20 sampai 30 persen setelah harga kita sesuaikan,” jelas Edy.

Ia menambahkan, saat ini pihaknya hanya berupaya bertahan dengan menjaga ketersediaan barang agar tidak terjadi kekosongan. Distribusi tetap diupayakan berjalan setiap kedatangan kapal, meski jumlah pesanan harus dikurangi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....