Bahan Baku Naik, Perajin Tahu di Serui Terpaksa Naikkan Harga Jual
- 22 Apr 2026 13:11 WIB
- Serui
RRI.CO.ID, Serui - Kenaikan harga bahan baku utama, khususnya kedelai dan cuka, membuat para perajin tahu dan tempe di Serui terpaksa menyesuaikan harga jual. Sejak 20 April 2026, harga tahu di pasaran mulai mengalami kenaikan.
Salah satu karyawan Pabrik Tahu Sumber Gizi Serui, Winda, saat ditemui menyampaikan bahwa lonjakan harga bahan baku menjadi penyebab utama penyesuaian harga tersebut. “Harga kedelai sebelumnya Rp15 ribu per kilogram, sekarang naik menjadi Rp20 ribu per kilogram. Begitu juga dengan cuka sebagai bahan utama,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sebelum memutuskan menaikkan harga, pihaknya sempat mempertimbangkan opsi lain. “Awalnya kami berpikir apakah harga dinaikkan atau ukuran tahu yang dikurangi. Namun akhirnya diputuskan harga per kotak naik dari Rp12 ribu menjadi Rp13 ribu,” kata Winda.
Selain kedelai dan cuka, kenaikan harga juga terjadi pada bahan pendukung seperti plastik kemasan. Hal ini turut menambah beban biaya produksi yang harus ditanggung perajin.
Winda menambahkan, hingga saat ini belum ada keluhan signifikan dari masyarakat terkait kenaikan harga tersebut. “Sejauh ini pembeli masih bisa menerima karena memang kenaikan dipicu oleh harga bahan baku,” tambahnya.
Diketahui, harga cuka yang sebelumnya sekitar Rp850 ribu per jerigen ukuran 20 liter, kini naik menjadi Rp1,2 juta per jerigen. Kenaikan kedua bahan utama ini berdampak langsung pada biaya produksi tahu, sehingga perajin tidak memiliki banyak pilihan selain menaikkan harga jual.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....