BNN Rencanakan Unit Layanan Terpadu P4GN di Kabupaten Agam
- 16 Sep 2026 14:41 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Badan Narkotika Nasional (BNN) berencana memperkuat layanan pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika (P4GN) di Kabupaten Agam melalui pembangunan Unit Layanan Terpadu (ULT) P4GN. Rencana tersebut mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Agam yang menilai keberadaan layanan BNN di daerah dibutuhkan untuk memperkuat upaya pencegahan dan rehabilitasi.
Kepala BNN Provinsi Sumatera Barat, Toton Rasyid, mengatakan, rencana pembangunan ULT P4GN dibahas saat bersilaturahmi dengan Bupati Agam, Benni Warlis, di Rumah Dinas Bupati Agam, Padang Baru, Lubuk Basung, Rabu 16 September 2026.
Menurut Toton, ULT P4GN dapat menjadi wadah layanan BNN di kabupaten atau kota yang belum memiliki instansi vertikal BNN, seperti Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK). Layanan tersebut diharapkan mendekatkan akses masyarakat terhadap pencegahan maupun rehabilitasi.
“Pencegahan, pemberantasan dan rehabilitasi harus berjalan secara beriringan. Pencegahan juga membutuhkan pendekatan kepada masyarakat agar kesadaran terhadap bahaya narkotika semakin meningkat,” ujar Toton.
Ia menjelaskan, layanan BNN di Sumatera Barat saat ini baru tersedia di lima kabupaten dan kota. Sementara Kabupaten Agam masih berada dalam zonasi pelayanan BNN Kabupaten Pasaman Barat.
Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan untuk memperkuat layanan BNN di Kabupaten Agam. Dengan adanya unit layanan di daerah, masyarakat diharapkan dapat memperoleh akses terhadap layanan pencegahan dan rehabilitasi yang lebih dekat.
Toton menyebutkan, ULT P4GN yang direncanakan tidak hanya memberikan layanan rehabilitasi. Fasilitas tersebut juga dapat dikembangkan untuk kegiatan pelatihan bagi masyarakat maupun penerima layanan.
Untuk mendukung pembangunan fasilitas tersebut, BNN membutuhkan lahan dengan luas maksimal sekitar 10 hektare. Jika tersedia lahan yang memenuhi kebutuhan, fasilitas ULT P4GN di Agam berpeluang dikembangkan menjadi balai besar rehabilitasi.
Toton menambahkan, jangkauan edukasi dan sosialisasi bahaya narkotika juga terus diperluas. Jika sebelumnya ditargetkan sekitar 100 ribu audiens dalam setahun, saat ini jangkauannya telah mencapai lebih dari lima juta audiens.
Menanggapi rencana tersebut, Bupati Agam Benni Warlis menyatakan dukungan terhadap penguatan layanan BNN di Kabupaten Agam. Menurutnya, persoalan peredaran narkotika masih menjadi tantangan yang membutuhkan penanganan bersama.
“Agam memang tidak bisa dipungkiri, di sekitar kita masih ada peredaran narkoba. Karena itu, kami menyambut baik rencana untuk mendirikan unit layanan di Agam,” ungkap Benni.
Pemkab Agam saat ini masih membahas sejumlah alternatif lokasi yang memungkinkan untuk mendukung pembangunan fasilitas tersebut. Di antaranya lahan eks HGU PT Inang Sari dan aset pemerintah daerah di kawasan Dalko.
Kedua lokasi tersebut akan dikaji dari berbagai aspek, terutama ketersediaan lahan dan kesesuaiannya dengan kebutuhan pembangunan ULT P4GN. “Secara umum Pemerintah Kabupaten Agam setuju dan mendukung rencana ini. Namun, tentu masih perlu kita bicarakan lebih lanjut, terutama terkait lokasi dan kesiapan lahannya,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....