Banjir Bandang Arosuka, Pelayanan Publik Kabupaten Solok Tetap Berjalan
- 22 Sep 2026 13:12 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Banjir bandang dan longsor yang menerjang kawasan perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok di Arosuka, Kecamatan Gunung Talang, Senin, 21 September 2026 malam berdampak pada sejumlah fasilitas pemerintahan. Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Solok memastikan pelayanan publik kepada masyarakat tetap diupayakan melalui optimalisasi layanan daring dan pemanfaatan fasilitas pelayanan yang berada di Koto Baru.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Solok, Susi Sofianti Saidani mengatakan, pemerintah daerah akan mengoptimalkan pelayanan masyarakat melalui sejumlah layanan berbasis aplikasi daring yang telah tersedia. “Untuk pelayanan publik, kami akan mengoptimalkan dulu untuk pelayanan melalui aplikasi online. Sebab di Arosuka kantor Dukcapil dan kantor pelayanan terpadu satu pintu terdampak banjir bandang,” ujarnya, Selasa, 22 September 2026.
Susi menjelaskan, sejumlah pelayanan pemerintahan Kabupaten Solok masih dapat dilakukan dari kawasan Koto Baru. “Di lokasi tersebut terdapat kantor pelayanan terpadu yang relatif aman dari dampak bencana, termasuk sejumlah loket pelayanan administrasi kependudukan. Pelayanan Dukcapil, misalnya, tetap dapat diakses masyarakat melalui loket pelayanan yang tersedia di Koto Baru, meskipun kantor induknya berada di kawasan Arosuka,” katanya.
Ia menyebut, selain pelayanan administrasi kependudukan, layanan lain di Mal Pelayanan Publik Koto Baru juga masih dapat berjalan, termasuk pelayanan yang berkaitan dengan pembuatan paspor. Pemerintah Kabupaten Solok mengarahkan agar fasilitas pelayanan yang masih aman tersebut dapat dioptimalkan untuk menjaga keberlangsungan pelayanan kepada masyarakat selama proses penanganan bencana.
Selain menerjang fasilitas perkantoran di pusat pemerintahan Kabupaten Solok, bencana juga melanda sejumlah permukiman warga. “Dari sisi dampak terhadap masyarakat, data sementara mencatat empat orang mengalami luka-luka, terdiri dari tiga korban luka ringan dan satu korban luka berat. Mereka adalah ASN di pemerintahan Kabupaten Solok,” kata Susi.
Bencana ini juga berdampak pada kendaraan operasional pemerintah. Data sementara mencatat, dua kendaraan Dinas Pertanian, dua kendaraan Dinas Kesehatan dan tiga kendaraan milik masyarakat terdampak material banjir bandang. Untuk kendaraan roda dua, hingga saat ini masih dalam proses pendataan.
“Di kawasan permukiman, sekitar 100 unit rumah diperkirakan terdampak material banjir bandang. Namun jumlah tersebut masih berupa data sementara karena proses pendataan oleh BPBD Kabupaten Solok masih berlangsung, begitu pula dengan dampak terhadap lahan pertanian yang saat ini masih dalam pendataan,” ujar Susi.
Sementara untuk fasilitas umum, satu jembatan penghubung jalan utama Arosuka masih tertimbun material sehingga belum dapat dilalui. Masjid Kayu Aro juga dilaporkan tertimbun material longsor. Sekitar 50 warga sementara mengungsi di tiga lokasi, yakni Mapolres Solok, Rumah Dinas dan Wakil Bupati Solok.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....