Perempuan Terdampak Bencana di Padang Panjang Disiapkan Bangkitkan Ekonomi

  • 12 Sep 2026 00:25 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang – Perempuan terdampak bencana di Kota Padang Panjang didorong kembali produktif melalui Program Kebun Pangan Perempuan yang disiapkan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI. Program tersebut diarahkan tidak hanya untuk membantu pemenuhan kebutuhan pangan, tetapi juga membuka peluang bagi perempuan meningkatkan perekonomian keluarga pascabencana.

Asisten Deputi Pengarusutamaan Gender Bidang Politik, Keamanan, Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, Pemasyarakatan, dan Pemerintah Daerah Wilayah II Kementerian PPPA, Iip Ilham Firman, mengatakan program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam pemulihan pascabencana. Padang Panjang menjadi salah satu daerah yang dipersiapkan untuk pelaksanaan program bersama daerah terdampak bencana lainnya.

“Pemerintah Pusat memiliki program dalam pemulihan pascabencana dan kami turut menjadi salah satu satuan tugas dalam pemulihan bencana ini. Hari ini kami datang untuk melihat lokasi dan lahan yang bisa digunakan oleh para perempuan terdampak bencana di Padang Panjang dalam upaya membangkitkan perekonomian mereka,” ujarnya.

Menurut Iip, Kebun Pangan Perempuan diharapkan dapat menjadi sarana bagi perempuan terdampak bencana untuk kembali menjalankan aktivitas produktif. Potensi yang dikembangkan nantinya disesuaikan dengan kondisi lahan dan sumber daya yang tersedia di sekitar hunian korban bencana.

Program tersebut akan dilaksanakan di tiga provinsi, yakni Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Aceh. Sasaran program adalah perempuan di wilayah terdampak bencana yang memiliki potensi untuk mengembangkan kegiatan pangan sekaligus mendukung pemulihan ekonomi keluarga.

Sebagai tahap awal, Kementerian PPPA meninjau kawasan hunian sementara atau huntara dan hunian tetap atau huntap di Kota Padang Panjang, Jumat, 11 September 2026. Peninjauan dilakukan untuk melihat ketersediaan lahan serta potensi pangan yang dapat dikembangkan oleh perempuan terdampak bencana.

Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Kota Padang Panjang, Faizah, menyambut baik rencana tersebut karena dinilai dapat memperkuat upaya pemulihan ekonomi masyarakat terdampak bencana. Pemerintah daerah juga akan mengoordinasikan potensi lahan yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pelaksanaan program.

“Kami menyambut baik kunjungan dari Kementerian PPPA ini. Saat ini beberapa huntap masih dalam tahap pengerjaan, namun lokasi huntara berdekatan dengan huntap tersebut,” ungkapnya.

Faizah mengatakan pemerintah daerah akan segera melakukan koordinasi terkait lahan yang dapat dimanfaatkan untuk Kebun Pangan Perempuan. Menurutnya, program tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi perempuan terdampak bencana, bukan hanya bantuan yang bersifat sementara.

Berbagai kegiatan produktif berpotensi dikembangkan melalui program tersebut, antara lain pertanian, peternakan dan pengembangan pangan lainnya. Pengembangan kegiatan akan disesuaikan dengan potensi yang tersedia di kawasan hunian serta kebutuhan masyarakat penerima manfaat.

Sebelum peninjauan lokasi, rombongan Kementerian PPPA diterima Pemerintah Kota Padang Panjang yang diwakili Faizah dan Asisten II Setdako Indra Gusnady. Turut hadir Kepala Dinas Sosial PPKBPPPA Winarno serta perwakilan sejumlah perangkat daerah dan unsur terkait.

Pemerintah Kota Padang Panjang berharap Program Kebun Pangan Perempuan dapat memperkuat proses pemulihan pascabencana, khususnya bagi perempuan dan keluarga yang terdampak. Selain membantu menyediakan pangan, program tersebut diharapkan menjadi pintu masuk bagi perempuan untuk kembali beraktivitas, memperoleh penghasilan dan meningkatkan ketahanan ekonomi keluarga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....